LANGIT7.ID-Jakarta; Keputusan PSSI menurunkan tim U-22 di Piala AFF 2024 rupanya menuai dampak tak terduga. Status sebagai satu-satunya tim muda di turnamen ini diduga kuat menjadi alasan di balik serangkaian keputusan kontroversial wasit yang akhirnya menggagalkan langkah Indonesia ke semifinal.
Kesenjangan status usia tim ini memunculkan spekulasi bahwa AFF merasa keberatan jika tim U-22 berhasil menembus babak empat besar. Kekhawatiran akan turunnya prestige turnamen yang selama ini menjadi ajang unjuk gigi pemain senior menjadi motif yang semakin menguatkan dugaan tersebut.
Media sosial dihebohkan dengan temuan akun @tebingtinggivideo yang mengungkap bukti-bukti ketidakwajaran keputusan wasit. Hasil investigasi menunjukkan adanya pola sistematis yang seolah dirancang untuk menghadang langkah Timnas Indonesia sejak fase grup.
Baca juga: Target Lolos Piala Dunia Jadi Kunci Shin Tae-yong Pertahankan Kursi Pelatih Timnas"Memang harus diakui permainan Timnas Indonesia biasa saja bahkan kurang baik di turnamen ini. Namun, lihatlah di laga terakhir mulai dari kartu merah Ferrari kemudian pelanggaran pemain Filipina. Kartu saja pemain Filipina tidak kena dan puncaknya ketika Filipina mendapatkan penalti," tulis akun @tebingtinggivideo, dikutip Rabu (25/12/2024).
Bukti pertama terlihat saat menghadapi Laos. Gelandang Marselino Ferdinan mendapat kartu merah yang dinilai berlebihan. Momentum krusial lainnya terjadi ketika gol ketiga Laos tetap disahkan meski rekaman ulang menunjukkan bola telah keluar lapangan sebelum masuk ke gawang Daffa Fasya.
Baca juga: Impian Victor Dethan Terwujud Bersama Timnas IndonesiaPuncak kecurigaan terjadi di laga penentuan kontra Filipina. Wasit asal Jepang memberikan dua keputusan kontroversial yang langsung menghancurkan peluang Indonesia lolos ke semifinal. Kapten tim Muhammad Ferrari diusir dari lapangan karena dianggap menyikut wajah Amani Aguinaldo, meski tayangan ulang memperlihatkan kontak hanya terjadi di bagian dada.
Skandal wasit berlanjut ketika Filipina dihadiahi tendangan penalti. Dony Tri Pamungkas dituding melakukan handball, padahal rekaman pertandingan dengan jelas membuktikan bola tidak menyentuh tangan pemain Persija Jakarta tersebut.
"Di sini pihak AFF benar-benar tidak ingin membiarkan Indonesia lolos semifinal, karena bisa merusak citra mereka," ujar dia.
Baca juga: Performa Moncer di Persik, Ezra Walian Buka Suara Soal Peluang Kembali ke Timnas IndonesiaDampak dari keputusan wasit ini fatal. Kekalahan 0-1 dari Filipina membuat Indonesia hanya finis di posisi tiga Grup B dengan raihan empat poin, tertinggal dua angka dari Filipina yang lolos ke semifinal berkat gol penalti kontroversial tersebut.
Ironisnya, Timnas Indonesia sebenarnya hanya butuh hasil imbang untuk melaju ke babak empat besar. Namun rangkaian keputusan wasit yang janggal seolah memastikan skuat Garuda Muda gagal mencapai target minimal di turnamen ini.
(lam)