LANGIT7.ID-, Jakarta - Filter udara pada sepeda motor menjadi salah satu komponen penting yang kebersihan dan kondisinya harus selalu terjaga.
Sebab, seperti dengan namanya filter udara ini berfungsi untuk menyaring udara yang masuk kedalam karburator ataupun ruang bakar.
Nah, untuk saat ini hampir sebagian besar sepeda motor terutama pada sepeda motor injeksi telah menggunakan filter udara tipe kering yang berbahan kertas.
Filter udara jenis ini sangat berbeda dengan filter udara berbahan busa yang bisa dicuci jika kotor. Sebab, filter udara kering yang berbahan kertas harus segera diganti jika filter sudah kotor.
Karena itu, para pemilik sepeda motor yang sudah menggunakan filter udara kering seperti pada sebagian besar motor saat ini, wajib diperiksa dan diganti secara berkala.
Untuk penggantian filter udara secara berkala ini, masing-masing pabrikan memberikan jadwal penggantian secara berkala pada filter udara motor yang mereka produksi.
Pada sepeda motor yang diproduksi oleh Yamaha, pabrikan menyarankan untuk melakukan penggantian filter udara kering pada setiap motor yang mereka produksi setiap usia pemakaian 4.000 km.
Usia pemakaian 4.000 km ini disarankan pada sepeda motor yang digunakan di tempat berdebu yang mengakibatkan filter udara menjadi cepat kotor. Sementara itu, untuk motor yang digunakan di daerah yang udaranya relatif bersih, disarankan untuk melakukan penggantian filter udara kering setiap 9.000 km.
Sementara itu, untuk sepeda motor yang diproduksi oleh pabrikan Honda, penggantian filter udaranya disarankan untuk dilakukan setiap usia pemakaian di atas 10.000 km, atau lebih idealnya penggantian filter udara pada motor Honda dilakukan setiap 16.000 km.
Filter udara motor yang sudah kotor dan dibiarkan begitu saja tanpa diganti dengan yang baru, maka efeknya bisa berdampak pada mesin motor. Karena, udara yang masuk untuk pencampuran bahan bakar terlalu kotor.
Selain itu, filter udara yang kotor juga dapat menghambat masuknya udara kedalam ruang bakar, sehingga proses pembakaran tidak optimal yang mengakibatkan performa motor menurun dan bahan bakar menjadi lebih boros.(*)
(hbd)