LANGIT7-Jakarta,- - Pengemudi truk yang sengaja menabrak kerumunan orang saat perayaan Tahun Baru di New Orleans, telah diketahui identitasnya. Ia bernama Shamsud-Din Jabbar, seorang veteran Angkatan Darat dan warga negara Amerika Serikat asal dari Texas.
FBI telah mengidentifikasi Jabbar sebagai tersangka dalam serangan hari Rabu lalu di New Orleans, yang menewaskan 15 orang (sebelumnya diberitakan 10 orang), dan puluhan orang terluka.
Sebagaimana dilansir dari bbc.com, Kamis (2/1/2025), dari profil LinkedIn yang sekarang dihapus, pria berusia 42 tahun itu telah bekerja di berbagai peran di Angkatan Darat AS, termasuk di bidang sumber daya manusia dan TI, sebelum akhirnya ia diberhentikan.
Dia sempat dikirim ke Afghanistan dari Februari 2009 hingga Januari 2010. Jabbar belajar di Georgia State University dari 2015 hingga 2017, lulus dengan gelar di bidang sistem informasi komputer.
Baca juga:
Pengemudi Truk yang Menabrak Kerumunan Dipastikan Tewas Setelah Adu Tembak dengan PolisiJabbar menikah dua kali. Pernikahan pertamanya berakhir pada tahun 2012, dan kemudian pernikahan keduanya berlangsung pada tahun 2017 hingga 2022.
Dia juga tampaknya pernah bekerja di bidang real estat, tetapi izinnya habis pada tahun 2021. Dia memiliki catatan kriminal terkait pelanggaran lalu lintas dan pencurian.
Sebuah bendera yang terkait dengan kelompok Negara Islam (ISIS) ditemukan di kendaraan yang dikendarai Jabbar, dan FBI mengatakan sedang menyelidiki apakah Jabbar ada kaitannya dengan kelompok teroris.
Diberitakan sebelumnya, pada Rabu (1/1), terjadi peristiwa mengerikan. Seorang pengemudi truk yang akhirnya diketahui bernama Shamsud-Din Jabbar, menabrak kerumunan orang dengan kecepatan tinggi. Aksi itu menelan korban jiwa dan korban luka parah.
Usai menabrakkan mobilnya, ia lalu keluar dari truk SUV tersebut dan mulai menembakkan senjata. Adu tembak pun terjadi antara dirinya dan polisi. Dua petugas tertembak, namun kondisinya dikabarkan stabil.
Sementara Jabbar meninggal di tempa akibat terkena tembakan. Penyelidik kemudian menambahkan bahwa mereka menemukan bahan peledak rakitan di lokasi kecelakaan yang tidak meledak.
(ori)