LANGIT7.ID-, Jeddah -
Banjir melanda sejumlah wilayah di
Arab Saudi setelah Dua Kota Suci, Mekkah dan Madinah dilanda hujan lebat pada Senin (6/1/2025).
Dalam laporan Saudi Gazette, dikutip Rabu (8/1/2024), banyak ruas jalan dan alun-alun di kota
Mekkah,
Jeddah, dan
Madinah terendam banjir sehingga mempengaruhi kelancaran arus lalu lintas.
Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian melaporkan wilayah Madinah mencatat curah hujan tertinggi. Sementara kawasan Haram Tengah di Masjid Nabawi Madinah tercatat 36,1 mm, Al-Masjid di Badr 33,6 mm, Masjid Quba 28,4 mm, Lingkungan Sultana 26,8 mm, dan masing-masing Al-Suwaidriya dan Badr 23,0 mm.
Baca juga: Banjir Terjadi di Sejumlah Wilayah, Waspadai Penyakit yang Ditularkan Lewat AirDisebutkan dalam laporan tersebut, wilayah Mekkah, Madinah, Qassim, Tabuk, Perbatasan Utara, dan Al-Jouf mengalami hujan dari pukul sembilan pagi pada Ahad, 5 Januari hingga pukul sembilan pagi pada Selasa, 7 Januari.
Pusat Meteorologi Nasional (NCM) mengindikasikan kemungkinan terjadinya hujan sedang disertai
angin kencang, jarak pandang hampir nol,
gelombang tinggi, badai petir, dan penumpukan air.
"Ada kemungkinan hujan sedang hingga lebat berlanjut di wilayah Jeddah dan wilayah lain di Kerajaan," kata Juru Bicara NCM Hussein Al-Qahtani.
Dia meminta semua orang untuk berhati-hati, mengikuti instruksi dan tetap berada di tempat aman saat hujan.
Pemerintah Kota Jeddah juga telah meningkatkan kesiapannya dalam penanganan kondisi hujan dengan mengerahkan tim pembersihan genangan air, dan penanganan lokasi terdampak untuk memastikan keselamatan warga dan kelancaran arus lalu lintas di jalan umum.
Baca juga: Doa Ketika Hujan Deras Turun Agar Tak Mendatangkan BanjirWalikota menyebutkan bahwa tim lapangan mulai bekerja di 11 kota dan 15 pusat dukungan, yang diperkuat oleh 4,032 individu dan 1,811 peralatan dan mekanisme.
Walikota mengimbau semua orang untuk mengambil tindakan pencegahan dan menjauhi daerah yang tergenang air, serta menghindari sumber arus listrik.
"Laporkan setiap kasus darurat terkait dampak situasi hujan, melalui nomor penerima laporan terpadu 940 atau melalui aplikasi Baladi," katanya.
(est)