Mana yang Lebih Baik, Jaket Motor yang Ketat atau Longgar?
haris budimanRabu, 15 Januari 2025 - 20:12 WIB
Ilustrasi pengendara motor yang menggunakan jaket (Foto: astraotoshop.com)
LANGIT7.ID - Jaket merupakan salah satu aksesoris atau perlengkapan yang wajib digunakan para pengendara motor.
Selain berguna untuk melindungi tubuh dari angin, jaket juga berguna untuk mengurangi risiko cedera jika terjadi sebuah insiden yang tidak diinginkan.
Agar jaket yang digunakan dapat berfungsi dengan maksimal, tentunya ukuran jaket yang digunakan tidak boleh sembarangan.
Karena itu, para pengendara motor yang akan menggunakan jaket, harus menentukan terlebih dahulu jaketnya digunakan untuk keperluan apa.
Seperti yang kita tahu, jaket untuk pengendara motor ini memang tersedia dengan berbagai genre.
Untuk pengendara motor, dengan keperluan balap biasanya akan menggunakan jaket atau lebih sering disebut dengan wearpack berbahan kulit dengan ukuran yang ketat dengan tubuh.
Jaket balap yang dibuat dengan ukuran yang pas atau ketat dengan tubuh, memiliki tujuan seperti, menjaga posisi body protector, agar bisa melindungi dengan baik saat terjadi kecelakaan.
Sementara itu, untuk jaket pengendara motor yang digunakan untuk keperluan harian atau menempuh perjalanan jauh (touring) justru dibuat lebih longgar dari jaket balap atau sport, meskipun tetap menggunakan size yang sama.
Penggunaan jaket yang lebih longgar untuk keperluan harian atau touring ini berfungsi untuk membuat sirkulasi udara ke tubuh lebih baik. Karena itu, bahan jaket ini tersedia berbagai macam jenis yang memang dibedakan dengan fungsinya.
Selain karena keperluan pengendara, ukuran jaket yang ketat atau longgar dan jenis bahannya juga bisa dibedakan berdasarkan cuaca. Untuk berkendara di cuaca yang panas, disarankan menggunakan jaket yang terbuat dari bahan selain kulit.
Jaket yang direkomendasikan saat berkendara di musim panas adalah jaket yang berbahan katun atau kanvas dengan gramasi yang tipis, atau bisa juga dengan jaket yang berbahan mesh.(*)
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”