LANGIT7.ID-Jakarta; Trombosis sinus vena serebral (Cerebral venous sinus thrombosis/CVST) adalah kondisi medis yang jarang terjadi tetapi berpotensi mengancam jiwa pada wanita hamil.
CVST adalah bentuk stroke yang mungkin jarang terjadi namun bukan tidak mungkin dialami, disebabkan oleh gumpalan darah yang terbentuk dalam sinus vena otak, lapor TimeofIndia
Kehamilan dapat menyebabkan perubahan pada sistem koagulasi yang bertahan hingga masa nifas dan menyebabkan hiperkoagulasi, sehingga meningkatkan risiko CVST.
Operasi sesar, infeksi sistemik, muntah, dan anemia meningkatkan risiko. Periode dengan risiko tertinggi adalah trimester ketiga dan empat minggu pertama pascapersalinan.
Faktor risiko penyakit ini termasuk kehamilan, kontrasepsi oral, dan dehidrasi, atau faktor yang lebih permanen seperti penyakit trombotik, trombofilia genetik, dan kanker.
"Sakit kepala adalah gejala paling umum yang sering dikeluhkan oleh pasien dengan CVST. Gejala lain yang dialami pasien termasuk sakit kepala, penglihatan kabur, pingsan atau kehilangan kesadaran, kehilangan kendali atas gerakan di bagian tubuh, kejang, dan koma," ujar Direktur Klinis & HOD-Neurologi, Marengo Asia Hospitals Faridabad, Kunal Bahrani.
Kunal menyebut, jika CVST tidak diobati, maka dapat menyebabkan komplikasi, termasuk masalah bicara, kesulitan menggerakkan bagian tubuh, masalah penglihatan, sakit kepala, peningkatan tekanan cairan di dalam tengkorak, tekanan pada saraf, dan cedera otak. Dalam beberapa kasus, hal ini dapat berakibat fatal bagi pasien.
Pencegahan CVST Untuk mengurangi risiko CVST, orang disarankan untuk makan makanan rendah lemak, termasuk banyak buah dan sayuran. Mereka harus berolahraga setiap hari, menahan diri dari asap rokok, dan mengendalikan kondisi kesehatan kronis seperti diabetes.(*)
(lam)