LANGIT7.ID-Jakarta; Borussia Mönchengladbach tampaknya tidak hanya mendapatkan bek tangguh, tetapi juga aset pemasaran yang sangat berharga dengan kedatangan Kevin Diks. Pemain berdarah Indonesia ini memiliki basis pengikut yang luar biasa di media sosial, dengan 1,4 juta pengikut di Instagram - melampaui akun resmi klub yang hanya memiliki satu juta pengikut.
Angka ini bukan sekadar statistik kosong. Dalam waktu kurang dari 24 jam setelah pengumuman transfer, unggahan Instagram tentang kedatangan Diks telah mengumpulkan 800.000 likes, menunjukkan potensi besar pasar Asia yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh klub-klub Bundesliga.
Momentum ini menjadi semakin menarik mengingat Indonesia, dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, masih menjadi pasar yang relatif belum tersentuh oleh klub-klub Eropa. Saat ini, hanya ada beberapa klub Italia yang memiliki koneksi dengan Indonesia, seperti Inter Milan dengan investasi Erick Thohir dan Como 1907 yang dimiliki pengusaha tembakau Indonesia.
Baca juga: Bek Timnas Indonesia Pertama di Bundesliga, Kevin Diks Resmi ke GladbachKedatangan Diks bisa menjadi pembuka jalan bagi Gladbach untuk memasuki pasar Asia Tenggara yang sangat potensial. Apalagi, dia akan menjadi pemain Indonesia pertama yang bermain di Bundesliga, menciptakan narasi historis yang bisa menarik perhatian jutaan penggemar sepakbola di Indonesia.
Bek berusia 28 tahun ini akan bergabung secara gratis dari FC Copenhagen pada musim depan, dengan kontrak hingga 2030. Direktur Olahraga Gladbach, Roland Virkus, memuji kemampuan Diks sebagai pemain bertahan yang serba bisa. "Kevin dapat bermain di semua posisi pertahanan - tengah, kiri, atau kanan. Ini membuat pertahanan kami lebih fleksibel," ujarnya.
Selama berkarier di FC Copenhagen sejak 2021, Diks telah membuktikan dirinya sebagai pemain yang produktif. Dalam 158 pertandingan, dia mencetak 20 gol dan 19 assist. Sebelas golnya berasal dari titik penalti, sementara enam gol lainnya dia cetak melalui sundulan.
Baca juga: Debut Dramatis Ole Romeny, Hampir Jadi Pahlawan Oxford UnitedDiks, yang lahir di Apeldoorn, Belanda, mendapatkan kewarganegaraan Indonesia pada November tahun lalu. Dia sudah melakukan debut untuk timnas Indonesia dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Jepang. Latar belakang ini semakin memperkuat posisinya sebagai jembatan penghubung antara Bundesliga dan pasar Asia Tenggara.
Italia sebenarnya sudah lebih dulu memiliki pemain keturunan Indonesia. Thom Haye yang bermain untuk US Lecce (2018/19) dan Jay Idzes di FC Venezia adalah contohnya. Namun, Bundesliga belum pernah memiliki pemain Indonesia sebelumnya, menjadikan transfer Diks sebagai momen bersejarah.
Kehadiran Diks bisa menjadi katalis bagi Gladbach untuk mengembangkan strategi pemasaran yang lebih agresif di Asia Tenggara. Dengan basis pengikut yang besar dan status sebagai pemain Indonesia pertama di Bundesliga, Diks memiliki potensi untuk membuka berbagai peluang komersial bagi klub.
(lam)