LANGIT7.ID-Jakarta; PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengambil langkah strategis dalam menjawab tantangan teknologi dan kebutuhan keamanan digital dengan menandatangani Strategic Partnership Agreement (SPA) bersama Thales, perusahaan teknologi global yang dikenal dengan solusi pertahanan dan keamanan. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Strategic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya dan SVP Asia and Latin America Thales Guy Bonassi.
"Di Telkom, kami percaya bahwa kolaborasi adalah langkah strategis dalam berinovasi dan mendorong pertumbuhan bisnis. Kami sebelumnya mengenal Thales yang kuat dalam penyediaan solusi pertahanan dan militer, serta dalam teknologi satelit, termasuk Satelit Merah Putih 2 Telkom yang dikembangkan oleh Thales Alenia," ujar Budi Setyawan Wijaya dalam keterangan resmi, Senin (3/2/2025).
Kemitraan ini memiliki fokus utama pada pengembangan solusi keamanan digital yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia, serta mendukung percepatan pembangunan kapabilitas Telkom dalam pengembangan Kota Cerdas. Kolaborasi ini menjadi semakin penting mengingat proyeksi Gartner dalam Information Security Forecast 2024 yang memperkirakan pengeluaran layanan pengamanan informasi global akan mencapai US$ 292 Miliar pada tahun 2028, dengan CAGR 12.5% dalam periode 2023-2028.
Keunggulan Thales dalam implementasi solusi kota cerdas telah terbukti di berbagai kota besar dunia. Perusahaan ini menghadirkan solusi yang meningkatkan efisiensi transportasi, keselamatan, dan infrastruktur keamanan menggunakan teknologi data mining dan analisis data. Pengalaman ini akan sangat berharga dalam pengembangan kota cerdas di Indonesia.
Dalam aspek keamanan data, Imperva dan Gemalto sebagai bagian dari Thales Group memberikan nilai tambah yang signifikan. Imperva dikenal sebagai pemimpin dalam solusi keamanan data sensitif, sementara Gemalto memiliki keunggulan dalam bidang identitas digital dan keamanan. Kombinasi keahlian ini akan membantu perusahaan-perusahaan Indonesia dalam memenuhi kepatuhan terhadap UU Perlindungan Data Pribadi.
"Kami merasa terhormat menjadi bagian dari ambisi digitalisasi Telkom. Perjanjian Kemitraan Strategis antara kedua perusahaan ini akan membuka peluang baru untuk penyediaan solusi Kota Cerdas, menyediakan solusi perlindungan data yang kuat, dan mengamankan aset strategis secara siber di Indonesia," kata Guy Bonassi.
Kolaborasi Telkom dan Thales diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui inovasi teknologi. Kemitraan ini akan mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi, serta memperkuat daya saing Indonesia dalam ekonomi digital global. Dengan menggabungkan keahlian Thales dalam keamanan digital dan pengalaman Telkom dalam pasar Indonesia, kemitraan ini berpotensi menghadirkan solusi teknologi yang dapat diandalkan untuk mengamankan transformasi digital Indonesia.
Di kawasan Asia Pasifik sendiri, proyeksi pengeluaran layanan pengamanan informasi di negara berkembang diperkirakan mencapai US$ 8.7 Miliar pada tahun 2028, dengan CAGR 13.8%. Angka ini menunjukkan besarnya potensi pasar yang dapat digarap melalui kemitraan strategis ini, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi Telkom dan Thales dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
(lam)