LANGIT7.ID-Karachi; Seorang TikToker Hindu yang masih muda dan dikenal sebagai penyanyi pendatang muda bikin gempar karena terlalu berani.
Tik toker muda Hindu ini mengambil keputusan di tengah situasi rumit:masuk Islam dan menikah dengan seorang teman Muslim.
Bhagwanti Bheel, sekarang Saima, Islam, adalah penduduk Diplo distrik Tharparkar, yang merupakan rumah bagi populasi Hindu yang cukup besar.
Wanita muda itu, bersama dengan teman Muslimnya Saddam Bajeer, menemui ulama Muslim terkenal di Samaro, Umar Jan Sarhandi, dan masuk Islam pada hari Senin.
Seorang anggota keluarga Bajeer mengatakan kepada The Express Tribune bahwa Bajeer telah menikah dan memiliki tiga anak dari istri Muslim pertamanya. "Dia membantu istrinya membuat video TikTok dan mendukungnya bernyanyi," katanya. "Perpindahan agama dan pernikahan itu merupakan kejutan bagi semua orang," tambahnya.
TikToker itu adalah seorang janda dan memiliki seorang putri dari suaminya yang beragama Hindu," imbuhnya. Ia juga menyebutkan bahwa keluarga gadis itu telah menjauhkan diri darinya setelah berita tentang perpindahan agamanya muncul di media sosial. Namun, keluarga anak laki-laki itu telah mendekati pasangan yang baru menikah itu.
Bajeer memberi tahu keluarganya bahwa ia bahagia dengan istri keduanya dan tidak akan kembali ke desa, kata kerabat itu.
Menurut sertifikat perpindahan agama yang beredar di media sosial, gadis itu berusia 20 tahun dan berasal dari komunitas Bheel.
Penting untuk disebutkan bahwa komunitas Bheel dianggap sebagai salah satu kelompok Hindu kasta rendah dan memiliki akses yang sangat terbatas ke koridor kekuasaan di negara itu.
Beberapa aktivis media sosial telah mengkritik perpindahan agama penyanyi itu dan mendesak pihak berwenang untuk memastikan keselamatan umat Hindu, terutama gadis-gadis muda.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan di media sosial oleh All Pakistan Hindu Panchayat, pola perpindahan agama secara paksa sering kali mengikuti skenario yang dapat diprediksi. "Mengapa pernikahan dilakukan segera setelah perpindahan agama?" tanyanya.
Pernikahan langsung setelah perpindahan agama ini merupakan taktik yang digunakan untuk mencegah gadis tersebut kembali ke agama asalnya atau mencari perlindungan hukum. Dengan melakukan pernikahan secara cepat, para pelaku menciptakan kedok hukum, sehingga menyulitkan keluarga untuk menentang perpindahan agama tersebut.
Pernyataan tersebut lebih lanjut menekankan: "Insiden-insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang keselamatan dan kebebasan gadis-gadis minoritas, yang menyoroti kebutuhan mendesak akan reformasi hukum dan perlindungan yang lebih kuat."(*/saf/theexpresstribune)
(lam)