LANGIT7.ID - Dalam dunia otomotif mobil, masih banyak yang menganggap mobil JDM dan mobil modifikasi JDM itu adalah dua hal yang sama.
Padahal,antara kedua hal tersebut sangatlah berbeda. JDM (Japanese Domestic Market) menggambarkan jika mobil yang dijual dengan embel-embel JDM adalah mobil yang khusus dipasarkan domestik Jepang.
Mobil-mobil tersebut memang diproduksi dan dipasarkan sesuai dengan standarisasi yang berlaku di Jepang.
Lalu apa perbedaan antara mobil JDM dan modifikasi mobil aliran JDM?
Mobil JDM Mobil JDM biasanya memiliki ciri-ciri khusus seperti memiliki performa dan kecepatan yang tinggi, sehingga tidak bisa dipasarkan di negara lain, karena memiliki standarisasi yang berbeda.
Contoh mobil JDM itu adalah Toyota Supra, Toyota GT One, Mazda RX 7, Mitsubishi Lancer Evo, hingga Nissan Skyline GT-R.
Mobil yang diproduksi secara CBU (Complete Build Up) Jepang,kemudian diimpor utuh dari sana tidak semuanya termasuk JDM.
Mobil JDM tidak diimpor secara resmi ke mana pun kecuali menggunakan jalur khusus melalui dealer atau importir umum.
Lalu, tidak semua mobil merek Jepang juga bisa disebut sebagai mobil JDM. Karena ada juga beberapa mobil Eropa yang dijual khususuntuk pasar Jepang.
Mobil yang menggunakan onderdil atau aksesoris JDM juga tidak bisa dikatakan sebagai mobil JDM, mobil tersebut hanya cocok disebut sebagai mobil modifikasi dengan konsep JDM.
Modifikasi mobil JDMModifikasi mobil JDM merupakan sebuah aliran modifikasi yang mengedepankan penampilan, performa serta kinerja mesin.
Modifikasi dengan aliran JDM ini memiliki lebih dari 5 konsep modifikasi.
Umumnya, modifikasi JDM ini memiliki komponen pendukung seperti turbo charger, velg, aksesoris, dll.
Beberapa merek aksesoris dan komponen asli Jepang yang sering dipakai di pasar modifikasi JDM antara lainEnkei, HKS, Tanabe, dll.
Nah, jadi sekarang kamu harus bisa membedakan mana mobil JDM dan mana mobil yang dimodifikasi dengan konsep JDM.(*)
(hbd)