LANGIT7.ID - Pada sepeda motor dengan transmisi automatic, Van Belt atau yang biasa disebut dengan V-Belt menjadi salah satu komponen utama dan sangat penting di dalam sistem transmisi.
V-Belt ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan rantai pada sepeda motor transmisi manual.
Fungsi dari V-belt ini sama-sama bertugas untuk meneruskan daya putar yang dihasilkan mesin untuk menggerakan roda belakang.
Umumnya, V-belt pada sepeda motor matic ini terbuat dari karet yang bisa putus kapan pun karena memiliki usia pakai, dan tergantung dari tingkat pemakaiannya.
Namun usia pakai v-belt juga ditentukan oleh bahan pembuatan v-belt serta cara pemakaian motor sehari-hari.
Saat V-belt hampir putus biasanya akan ditandai dengan berbagai macam hal yang berpengaruh pada performa motor.
Contohnya, akselerasi motor akan menjadi lebih berat dari biasanya saat komponen ini hampir putus.
Sebelum V-belt putus, biasanya akan mulur terlebih dahulu. Nah, saat V-belt mulai mulur, maka putaran dari pulley depan tidak akan bisa tersalurkan dengan baik menuju pulley belakang sehingga tenaga atau tarikan motor menjadi lebih berat.
Selain itu, V-belt yang hampir putus juga bisa menimbulkan ciri-ciri lainnya seperti timbul suara-suara aneh pada bagian CVT motor matic.
Jika sudah muncul beberapa tanda-tanda seperti diatas sebaiknya segeralah lakukan pengecekan pada CVT motor.
Karena, saat motor matic sudah mulai menunjukan ciri-ciri tersebut dan dibiarkan begitu saja, maka V-belt bisa putus ketika motor tengah dikendarai.
Untuk menghindari hal tersebut dan mengantisipasi sebelum V-belt putus di tengah jalan. Pastikan untuk selalui melakukan servis berkala motor kamu terutama pada bagian CVT nya setiap 10.000 km.(*)
(hbd)