LANGIT7.ID - Sepeda motor matic memang dirancang dengan setelan idling, langsam, atau bisa juga disebut stasioner yang lebih tinggi dari pada motor bebek ataupun sport.
Setelan idling atau setelah stasioner pada sepeda motor matic ini dibuat lebih tinggi oleh pabrikan bukan tanpa alasan.
Umumnya, sepeda motor matic setelan langsamnya berada di angakan 1.700 rpm untuk setelan standar minimalnya. Sedangkan pada motor bebek atau sport setelan langsamnya lebih rendah, setelan langsamnya berada sekitar 1.200 hingga 1.500 rpm.
Setelan langsam pada motor matic tidak bisa diubah secara asal-asalan apalagi jika setelannya diperkecil menjadi di bawah 1.700 rpm.
Saat setelan langsam pada motor matic ini diubah menjadi lebih kecil akan muncul efek negatif pada mesin.
Salah satu efek negatif saat langsam motor matic terlalu kecil adalah sirkulasi oli menjadi kurang lancar.
Sirkulasi oli yang tidak maksimal akan membuat komponen didalam mesin motor matic lebih rawan aus dan rusak.
Terutama pada bagian kepala silinder, karena komponen kepala silinder membutuhkan oli dengan pelumasan yang baik saat motor dihidupkan dan mengandalkan putaran mesin untuk menggerakan pompa oli untuk mendorong oli dari crankcase menuju kepala silinder.
Selain itu, setelan langsam motor matic yang terlalu kecil juga akan membuat aki jadi rawan tekor.
Karena tegangan listrik yang dihasilkan generator menjadi lebih kecil, sedangkan komponen seperti lampu yang sudah berarus DC selalu membutuhkan suplai arus listrik dari aki.
Nah itulah beberapa efek yang akan terjadi jika setelan langsam motor matic diubah menjadi terlalu kecil.
Karena itu, pastikan setelan langsam motor matic selalu berada di kisaran 1.700 rpm atau diatasnya.(*)
(hbd)