LANGIT7.ID-Jakarta; Aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2025) diwarnai aksi pembakaran. Para demonstran membakar ban, sampah kardus, banner, poster, hingga bendera Partai Gerindra dalam aksi yang bertajuk 'Indonesia Gelap' tersebut.
Asap hitam pekat sempat mengepul di lokasi demo sekitar pukul 17.30 WIB. Koordinator Pusat BEM SI, Bagas, mengklaim pembakaran bendera Gerindra terjadi di luar perencanaan. "Kita enggak ada agenda bakar-bakar. Itu sikap impulsif aja," ujarnya.
Demo ini digelar sebagai bentuk protes terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang dianggap mahasiswa sebagai pemangkasan. "Akhirnya lewat Impres, lewat bagaimana efisiensi anggaran itu dilakukan, banyak sekali pemangkasan. Kita menyebutnya bukan efisiensi, tapi pemangkasan, terkait berbagai banyak kementerian dan lembaga yang sangat erat sama kebijakan dan pelayanan publik," jelas Bagas.
Baca juga: Ancaman Demo 'Indonesia Gelap' Berlanjut, Ini 13 Tuntutan untuk PrabowoNamun tuduhan adanya pemotongan anggaran ini dibantah keras oleh pemerintah. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menegaskan tidak ada pemotongan biaya operasional perguruan tinggi, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, maupun beasiswa.
"Presiden tegas sekali menyampaikan bahwa biaya operasional perguruan tinggi, KIP Kuliah, dan beasiswa sama sekali tidak boleh dikurangi," tegas Hasan saat ditemui di Istana Negara, Jakarta Pusat.
Baca juga: Mahasiswa Tolak Program Makan Gratis: 'Pendidikan Lebih Penting dari Perut Kenyang'Baca juga: Aksi Demo Indonesia Gelap Picu Dua Titik Long March di Jakarta, 2.000 Mahasiswa Diprediksi BergabungPara demonstran juga mempertanyakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurut mereka perlu dievaluasi. Bagas menilai program tersebut merupakan contoh bagaimana negara memaksakan satu program tanpa mempertimbangkan kajian mendalam dan struktur kondisi masyarakat.
Akibat demonstrasi ini, arus lalu lintas dari arah Bundaran HI menuju Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, terpaksa ditutup. Saat ditanya mengenai kemungkinan pertemuan antara perwakilan demonstran dengan Presiden, Kantor Staf Presiden (KSP), atau Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Hasan mengaku belum mendapatkan informasi terkait hal tersebut.
(lam)