Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Kajian Ramadhan: Tak Ada Sekat Ilmu Agama dan Sains, Doa Jadi Kekuatan Nyata

tim langit 7 Kamis, 06 Maret 2025 - 11:02 WIB
Kajian Ramadhan: Tak Ada Sekat Ilmu Agama dan Sains, Doa Jadi Kekuatan Nyata
Dr Soegiantono mengisi kajian terkait peran sains dan teknologi dalam memperkuat keimanan di Masjid Ulul Azmi.Foto/dok Unair
LANGIT7.ID-, Surabaya- - Sains dan teknologi memiliki peran besar dalam memperkuat keimanan agama Islam. Sejak zaman renaisans yang menjadi awal kebangkitan bangsa Eropa, ilmu sains seolah-olah dipisahkan dengan ilmu agama.

Fenomena itu disebut sebagai sekularisme, yang masih eksis hingga kini. “Jika kita melihat disertasi-disertasi sekarang, paling kita menjumpai Al Quran dan Hadist dipakai sebagai pemanis doang di kata pengantar,” kata Dr Soegiantono Soelistiono IR M Si saat mengisi Kajian Rutin Masjid Ulul Azmi Universitas Airlangga (Unair).

Menurutnya, fenomena sekularisme melemahkan umat manusia. Artinya, jika manusia tidak mampu menyatukan keilmuan dan agama maka tidak akan lagi ditemukan seorang ulama yang sekaligus merupakan seorang ilmuwan.

“Padahal di zaman kejayaan Islam, kalau kita mengenal Al Jabr dan Al Kindi, itu adalah ulama-ulama yang juga seorang ilmuwan,” tegas dosen Fakultas Sains dan Teknologi Unair dilansir dari laman Unair.

Baca juga:Kembangkan Potensi UMKM, Pusat Halal Unair Gelar Bazar Ramadhan

Dr Soegiantono mengajak mahasiswa untuk membuang sekat antara ilmu agama dan sains. “Jika kita ingin mendekatkan diri pada Allah, ayo digabungkan antara bagaimana keilmuan dan bagaimana proses kita mendekatkan diri kepada Allah. Yuk kita bongkar sekat ini bahwa tidak ada lagi ilmu agama, tidak ada lagi ilmu umum. Ilmu itu cuma satu,” ajaknya.

Dia juga mengatakan, seringkali logika manusia tidak meyakini kekuatan doa merupakan kekuatan yang nyata. Dr Soegiantono menyatakan, pemikiran tersebut berasal dari orang-orang sekuler.

“Logika kita mengatakan bahwa apakah sholat saya bisa membuat saya jadi kaya? Ini adalah pemikiran orang sekuler,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia mahasiswa untuk menyeimbangkan doa dan logika. “Yuk, kita olah hati kita supaya kita meyakini bahwa doa itu terjadi. Otak kita begitu pintar mengelabui seakan-akan apa yang ada di hati kita tidak perlu dijadikan pijakan, tetapi yang perlu dijadikan pijakan adalah otak,” ucapnya.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)