LANGIT7.ID-Jakarta; Dalam kajiannya, Ustaz Hanan Attaki menyoroti pertanyaan "Kenapa Aku?" yang sering muncul saat seseorang menghadapi ujian hidup. Dengan gaya khasnya yang santai namun mendalam, beliau menjelaskan bahwa pertanyaan ini sebenarnya muncul dari ketidakpahaman tentang hakikat ujian dalam Islam.
"Pertanyaan 'Kenapa Aku?' muncul dari rasa sakit, kecewa, marah, dan luka," ungkap Ustaz Hanan, dikutip dari YouTube Mood Dakwah, Jumat (14/3/2025).
Dia melanjutkan "Padahal, apakah kamu yakin cuma kamu sendiri di muka bumi ini yang diuji?"
Mengutip pembukaan Surah Al-Ankabut, beliau menegaskan bahwa ujian adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan seorang Muslim. "Allah berfirman: 'Sungguh Kami benar-benar sudah menguji orang-orang sebelum mereka.' Jadi yang diuji itu bukan hanya kita, tapi semua orang, bahkan para nabi."
Menurut Ustaz Hanan, hidup seorang Muslim melewati dua fase: ibtila (ujian) dan tamkin (kemenangan). "Ketika kita memutuskan untuk berhijrah, beriman, dan berislam, itu seperti kita memutuskan untuk menjadi bagian dari kampus. Ada tugas, ujian, dan tantangan, tapi semua itu tidak selamanya."
Beliau menambahkan, "Semakin berat ujian berarti semakin dekat dengan kemenangan. Ketika kamu sudah bertanya 'kapan selesai?' dan merasa tidak tahan lagi, itu tanda kamu sudah dekat dengan kemenangan."
Pesan utama yang disampaikan adalah jangan berkeluh kesah karena ujian tidak abadi. "Fa-inna asy-syadā'ida lā tadūmu, sesungguhnya ujian itu tidak akan abadi. Tunggulah yaumut tamkin, hari kemenangan."
(lam)