LANGIT7.ID-Jakarta; Sebelum Honda Genio dikenal sebagai skutik retro modern yang laris di Indonesia, ada satu model konsep yang menjadi cikal bakal kemunculannya: Honda G Concept.
Motor ini pertama kali diperkenalkan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) dalam ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018 di JCC Senayan, Jakarta.
Meski hanya berstatus sebagai motor konsep, kehadiran G Concept menjadi langkah awal penting bagi AHM dalam menyatukan gaya klasik dengan teknologi terbaru untuk pasar skutik.
Dalam debutnya, Honda G Concept tampil mencolok dengan warna dasar silver yang dipadukan aksen pink.
Desainnya juga unik, menggunakan setang terbuka dan panel instrumen full digital, menghadirkan kesan elegan sekaligus futuristik.
Bentuk bodinya terlihat ramping dan aerodinamis, membuat banyak pengunjung mengira G Concept adalah versi baru dari Scoopy yang lebih modern.
“Pada kesempatan IMOS kali ini kita memperkenalkan produk konsep yang dinamakan Project G atau Next Generation,” ujar Thomas Wijaya, Marketing Director AHM saat itu.
Kini, Thomas telah menjabat sebagai Executive Vice President Director AHM, menunjukkan peran pentingnya sejak pengembangan konsep motor ini.
Project G bukan hanya sekadar pajangan di pameran, melainkan proyek studi desain dan teknologi AHM untuk menjajaki tren motor bergaya retro di pasar Indonesia.
Motor konsep ini menjadi landasan desain serta pengujian struktur rangka baru yang belum pernah digunakan sebelumnya oleh Honda.
Hasil dari studi ini kemudian melahirkan Honda Genio, yang resmi dirilis sebagai motor produksi massal pada pertengahan tahun 2019.
Genio mengadopsi banyak elemen dari G Concept, mulai dari gaya bodi, karakter desain, hingga penggunaan teknologi rangka eSAF (Enhanced Smart Architecture Frame).
Rangka eSAF, Teknologi Baru dari Fondasi G ConcepteSAF merupakan inovasi sasis terbaru dari Honda yang dikembangkan untuk memberikan kenyamanan dan efisiensi maksimal bagi pengendara.
Rangka ini dibuat dari pelat baja yang ditekuk dan dipres, lalu disatukan menggunakan teknologi las laser.
Proses ini menghasilkan struktur rangka dengan lipatan atau tulang penguat di sisi-sisinya, menjadikannya lebih kuat dan ringan.
Dalam proses pengembangannya, Honda berhasil mengurangi 34 komponen dari desain rangka konvensional.
Hasilnya adalah struktur yang lebih simpel dan efisien, terutama dalam pemanfaatan ruang untuk bagasi dan tangki bahan bakar.
Rangka eSAF juga menggantikan pipa baja konvensional yang digunakan pada generasi skutik Honda sebelumnya.
Dengan bobot yang lebih ringan dan efisiensi produksi yang tinggi, eSAF menjadi basis utama berbagai model terbaru Honda.
Teknologi ini kini diterapkan pada Honda Beat, Genio, Scoopy, Vario 160, hingga Stylo 160, membuktikan keberhasilan Project G sebagai fondasi transformasi skutik Honda.
Genio, Penerus G Concept yang Terus BerevolusiPeluncuran Honda Genio menjadi tonggak penting dalam sejarah skutik Honda di Indonesia.
Motor ini menggabungkan gaya retro modern ala G Concept dengan fitur-fitur yang relevan untuk penggunaan harian di kota.
Dengan desain yang khas, efisiensi bahan bakar, dan rangka eSAF yang ringan, Genio menjadi pilihan banyak pengguna muda yang mengutamakan tampilan sekaligus fungsionalitas.
Kehadiran Genio juga membuka jalan bagi lahirnya model-model lain yang menggunakan platform dan filosofi desain serupa.
Kini, jika melihat kembali ke belakang, Honda G Concept bukan hanya sekadar motor konsep biasa.
Ia adalah landasan desain, teknologi, dan arah masa depan skutik Honda di Indonesia, dari panggung pameran IMOS hingga jalanan kota.
(lam)