LANGIT7.ID-Nama Mukhamad Misbakhun menjadi sorotan. Sosoknya mendapat sindiran keras dari Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia karena tidak ikut dalam acara halal bihalal Partai Golkar pada Rabu (16/4/2025).
Misbakhun mengaku izin karena akan mengikuti marathon race di Amerika Serikat (AS), padahal dirinya sudah tiba di Boston, AS.
Tapi, Ketua Fraksi XI DPR RI ini langsung pulang dengan penerbangan awal dari Boston, begitu mendengar namanya disindir di halal bihalal tersebut.
"Saya mengetahui bahwa saya dicari oleh Bapak Ketum dari berita saat masih dalam penerbangan dari Tokyo ke Boston menggunakan Wi-Fi di penerbangan. Saat itu, juga saya memutuskan untuk kembali ke Jakarta," ujar Misbakhun, kepada Kompas.com, Kamis (17/4/2025).
Profil M MisbakhunMukhamad Misbakhun atau MM adalah seorang politisi senior dari Partai Golkar yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi XI DPR RI, komisi yang membidangi keuangan, perbankan, dan perencanaan pembangunan nasional. Ia dikenal sebagai sosok vokal, tegas, dan aktif dalam menyuarakan berbagai isu ekonomi dan fiskal nasional.
Lahir di Pasuruan, Jawa Timur, Misbakhun mengawali kiprahnya sebagai seorang pengusaha dan pengamat kebijakan publik sebelum terjun ke dunia politik. Ia menyelesaikan pendidikan tingginya di Universitas Indonesia dan kemudian menempuh studi lanjutan di luar negeri.
Misbakhun mulai dikenal publik sejak menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar pada periode 2009–2014, dan terus melanjutkan hingga saat ini.
Ketua Komisi XI DPR RI (periode sekarang)Sebagai Ketua Komisi XI, ia berperan besar dalam pengawasan kebijakan fiskal, termasuk pengesahan APBN dan pengawasan terhadap Bank Indonesia serta lembaga keuangan lainnya.
Nama Misbakhun kembali jadi sorotan setelah insiden kecil namun menarik perhatian terjadi dalam momen halal bihalal Partai Golkar usai Lebaran 2025.
Dalam pernyataannya, Misbakhun menyebut bahwa ia lebih memilih pulang lebih awal karena menganggap tugas negara sebagai prioritas utama. Sikap ini menuai pujian dan perdebatan, dianggap sebagai bentuk loyalitas tinggi pada tugas sebagai Ketua Komisi XI, tapi juga menimbulkan tanya di kalangan internal partai.(*)
(hbd)