LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian BUMN memiliki peran penting dalam mengatasi pandemi Covid-19 selama ini. Hal itu terlihat dari upaya Kementerian BUMN yang berupaya melobi negara tetangga sebagai produsen vaksin Covid-19 agar bisa diperoleh dan dipergunakan di Indonesia.
Terbukti saat ini, vaksinasi Indonesia terus digenjot sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, dalam penanganan pandemi Covid-19 pihaknya tidak hanya berupaya untuk mempertahankan ekosistem yang ada.
Lebih dari itu, ia menyebutkan perlu strategi bagi Indonesia. Ibarat dalam pertandingan sepak bola yang tidak hanya harus bertahan, tapi juga harus ada strategi menyerang.
Baca juga: Toko Kue Legendaris Sari Delicatessen Kini Makin Mudah DijangkauSebab, jika terus bertahan, maka dikhawatirkan Indonesia dapat terus terpuruk pasca pandemi Covid-19. Ia menyebutkan segala perubahan kebiasaan disaat pandemi perlu dijadikan motivasi yang baik untuk terus bangkit.
“Pada 2020 Kementerian BUMN tetap berkontribusi pada negara sebesar Rp375 triliun. Itu terdiri dari bentuk pajak, dividen, dan PNBP,” jelasnya secara daring di Talkshow Bangkit Bareng, Selasa (28/9).
Sebab, dalam situasi sulit seperti ini, negara membutuhkan alternatif dan pemasukan lain untuk kebutuhan anggaran. Untuk itu, pihaknya terus berupaya agar Kementerian BUMN dapat terus meningkatkan kontribusinya di tahun ini hingga beberapa tahun mendatang.
Baca juga: Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa Berlangsung di SurabayaWalaupun pada tahun ini masih stagnan, tetapi ia meyakini pada tahun depan Kementerian BUMN akan meningkatkan kontribusinya. Hal itu penting dilakukan, untuk membantu pemerintah dalam menangani masyarakat terdampak dan investasi pasca pandemi.
“Kita juga terus mendorong transformasi yang ada di tubuh Kementerian BUMN. Seperti pembentukan holding migas dan beberapa subholdingnya yang terbukti menghasilkan efisiensi dalam mendukung ketahanan energi,” katanya.
Pembentukan holding subholding Pertamina salah satunya, lanjut Erick, ditujukan untuk terbentuknya organisasi yang fokus, agile, lean, efisien, dan streamlining decision making, untuk menjadikan
operational exellence.(zul)