LANGIT7.ID-London;
Setiap musim panas, jalanan London berubah menjadi ruang pamer supercar terbuka, sebagian berkat kedatangan para bangsawan dan miliader Timur Tengah yang memadati kota dengan koleksi kendaraan ultra-langka dan supermahal mereka. Salah satu contoh mencolok tertangkap dalam video YouTube populer dari channel Supercars on the Streets, yang menunjukkan pengiriman tengah malam sebuah Bugatti Chiron senilai Rp40 miliar dan Bentley Bentayga hasil modifikasi Mansory. Kedua mobil mewah ini tidak datang dari dealer—melainkan tiba dengan pesawat kargo, langsung dari pesisir glamor Cannes.
Pemandangan kendaraan eksotis seperti ini di bawah langit malam London bukan lagi hal baru, melainkan tradisi yang sudah mapan. Bagi para elite superkaya dari Teluk, melarikan diri dari panas menyengat Timur Tengah—suhu yang bisa melampaui 38°C—adalah ritual tahunan.
Namun, para bangsawan dan taipan ini tidak beperangan dengan ringan. Selain jet pribadi, koper khusus, dan rombongan, mereka sering membawa serta kendaraan bernilai miliaran rupiah yang memicu decak kagum dan membanjiri media sosial di Mayfair, Knightsbridge, dan sekitarnya.
Mobil-mobil ini bukan sekadar alat transportasi—melainkan pernyataan status, kekuasaan, dan individualitas. Bugatti Chiron, dengan mesin W16 8.0 liter dan empat turbocharger, adalah mahakarya teknik yang mampu melesat hingga kecepatan di atas 418 km/jam. Sementara, Bentley Bentayga besutan Mansory adalah interpretasi khusus dari SUV mewah Bentley, dengan bodi mencolok, interior mewah, dan peningkatan performa yang mengubahnya menjadi istana beroda. Setiap kendaraan mencerminkan tidak hanya desain otomotif mutakhir, tetapi juga selera mewah pemiliknya.
Pemiliknya tak lain adalah Yazeed Mohamed Al-Rajhi, pengusaha Arab Saudi dan ikon olahraga motor. Terlahir dari keluarga Al-Rajhi yang terkemuka—pendiri salah satu bank Islam terbesar di dunia—Yazeed bisa saja tetap berkarier di ruang rapat. Namun, ia justru membangun nama di dunia balap rally yang keras. Sejak memulai perjalanan motorsportnya pada 2007, ia telah berkompetisi di World Rally Championship dan FIA Cross Country Rally, meraih berbagai gelar.
Puncak prestasinya datang pada 2025, ketika ia menjadi pembalap Saudi pertama yang memenangkan Rally Dakar legendaris—kemenangan yang mengukuhkannya sebagai pencari sensasi sekaligus pahlawan nasional. Dengan satu kaki di dunia keuangan tinggi dan kaki lainnya menginjak pedal gas, Al-Rajhi adalah perwujudan sempurna gaya hidup elite modern Teluk, yang memadukan adrenalin, kekayaan, dan ambisi dengan mulus.(*/saf/luxurylaunches)
(lam)