LANGIT7.ID-Jakarta; Arsenal menuai gelombang kritik dari publik sepak bola setelah menampilkan tifo sederhana saat menjamu Paris Saint-Germain di leg pertama semifinal Liga Champions. Padahal sebelumnya, para fans telah mengumpulkan dana sebesar £12.000 (sekitar Rp240 juta) untuk membuat tifo spektakuler dengan desain kreatif yang sudah mereka siapkan.
Laga melawan PSG ini sangat penting bagi Arsenal. Kemenangan akan membawa mereka melangkah ke final Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2006. Pelatih Mikel Arteta bahkan menyebut pertandingan ini sebagai yang terbesar dalam 19 tahun terakhir. Untuk menyambut momen bersejarah itu, fans ingin menciptakan atmosfer luar biasa di Emirates Stadium lewat tifo megah.
Baca juga: Wayne Rooney Semprot Keras Fans Arsenal Usai Kalah dari PSG: Mental Final Belum Layak!Namun kenyataannya, pihak klub justru menolak tiga desain tifo dari para fans dan memilih versi mereka sendiri—sebuah gambar meriam di latar belakang merah polos. Penampilan tifo yang dianggap “terlalu aman” ini langsung memicu reaksi negatif di media sosial.
Fans Kecewa Berat, Sebut Tifo Arsenal "Bikin Malu"Menurut laporan dari talkSPORT, dana yang sudah terkumpul dari para fans akhirnya dikembalikan karena desain mereka ditolak. Keputusan klub membuat para pendukung merasa tidak dihargai, apalagi tifo yang ditampilkan dianggap tidak layak untuk laga sebesar semifinal Liga Champions.
Baca juga: Arsenal 0-1 Paris Saint-Germain: Rating Pemain dan Sorotan LagaBeragam komentar sinis pun membanjiri media sosial X (sebelumnya Twitter). Salah satu fans menulis, “Arsenal nolak tifo dari fans buat bikin beginian? Ini semifinal Liga Champions, masa cuma bisa begini? Kecewa banget.”
Komentar lainnya menyebut tifo itu terlihat seperti FIFA career mode yang membosankan. Bahkan ada yang berujar, “Arsenal pantas kalah karena tifonya jelek banget.” Beberapa netizen lainnya menyebut ini sebagai tifo terburuk yang pernah mereka lihat.
Hasil akhir pertandingan juga menambah kekecewaan fans. Arsenal kalah 0-1 dari PSG, dan tifo mengecewakan itu dianggap jadi pertanda buruk sejak awal laga.
(lam)