LANGIT7.ID–Mataram; Ketatnya persaingan untuk mengisi lima kursi direksi Bank NTB Syariah membuat hanya segelintir kandidat yang mampu bertahan. Dari total 97 pelamar, hanya 28 orang yang dinyatakan lolos seleksi administrasi oleh Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), untuk melaju ke tahap asesmen.
LPPI bertindak sebagai pihak independen yang ditunjuk untuk melakukan seluruh tahapan seleksi awal secara profesional dan akuntabel. Keterlibatan LPPI, menurut Kepala Biro Administrasi Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi NTB, Wirajaya Kusuma, menjadi jaminan kualitas proses.
"Proses itu diharapkan dapat menghasilkan jajaran direksi yang solid dan mampu membawa Bank NTB Syariah menuju perkembangan yang lebih baik," sebut Wirajaya dalam keterangannya, Rabu (14/5/2025).
Rekrutmen lima posisi strategis—mulai dari direktur utama hingga direktur pembiayaan—telah dibuka LPPI secara nasional melalui kanal media sosial dan surat kabar pada 24 hingga 30 April 2025. Antusiasme pun tinggi, terlihat dari jumlah pelamar yang hampir menyentuh angka seratus.
Namun, sebagian besar pendaftar harus tereliminasi sejak awal. Berdasarkan verifikasi dokumen, 40 berkas dinyatakan tidak lengkap atau tidak memenuhi persyaratan mendasar, seperti surat pernyataan integritas, dokumen pribadi, maupun rekam jejak karier yang relevan.
"Proses seleksi merupakan bagian dari upaya menghadirkan jajaran direksi yang profesional dan kompeten untuk mengisi lima posisi strategis di bank daerah tersebut," ujar Direktur LPPI Retno Wijayanti.
LPPI juga mengidentifikasi beberapa pelamar yang tidak memenuhi syarat pengalaman minimum, terutama untuk posisi direktur utama yang mewajibkan pengalaman sebagai direksi bank umum syariah. Faktor ini menjadi penyebab gugurnya sejumlah nama dari daftar seleksi.
Menariknya, LPPI menegaskan bahwa seluruh tahapan dilakukan tanpa intervensi dari siapa pun. Tidak ada komunikasi eksternal yang dilakukan dengan pihak mana pun di luar panitia seleksi.
"LPPI tidak menjalin komunikasi dengan pihak di luar tim panitia seleksi, termasuk Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) maupun pemegang saham lainnya guna menjaga objektivitas penilaian."
Retno menyatakan bahwa proses seleksi administrasi dilakukan secara transparan dan objektif. “Kami membantu Bank NTB Syariah mendapatkan calon pengurus yang profesional di bidangnya. Seluruh proses kami lakukan secara independen dan terukur,” kata Retno.
Kini, ke-28 nama yang lolos sedang menjalani proses asesmen yang diselenggarakan LPPI. Penilaian ini akan menentukan 25 kandidat terbaik yang hasilnya diserahkan kepada panitia seleksi Bank NTB Syariah pada 21 Mei 2025.
"Kami menyerahkan rekomendasi, bukan memberikan nilai. Rekomendasi itu berdasarkan hasil asesmen yang komprehensif," ujar Retno.
Setiap jabatan akan diwakili oleh lima nama. Selanjutnya, panitia seleksi internal Bank NTB Syariah akan menggelar wawancara langsung untuk menyaring nama-nama tersebut sebelum diserahkan ke pemegang saham pengendali.
Wirajaya menyebut, tim seleksi bekerja aktif menindaklanjuti hasil asesmen LPPI. Seluruh tahapan itu diharapkan menjadi dasar kuat untuk membentuk manajemen baru yang mampu membawa Bank NTB Syariah melaju lebih progresif di masa depan.
(lam)