Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 16 Mei 2026
home wirausaha syariah detail berita

Kisah Pilu BR Shetty: Dari Raja Bisnis hingga Jatuh Miskin karena Satu Kesalahan

tim langit 7 Selasa, 27 Mei 2025 - 14:00 WIB
Kisah Pilu BR Shetty: Dari Raja Bisnis hingga Jatuh Miskin karena Satu Kesalahan
LANGIT7.ID-India; Kenalkan miliarder India ini: pemilik dua lantai di Burj Khalifa, kekayaan bersih pernah mencapai Rp 18 triliun, tapi dipaksa menjual perusahaan senilai Rp 124 triliun hanya dengan harga Rp 74 karena...

BR Shetty, pengusaha keturunan India yang pernah menguasai beberapa perusahaan di Uni Emirat Arab (UEA), memiliki kekayaan lebih dari Rp 12 triliun, dan hidup dalam kemewahan kelas atas, adalah contoh nyata betapa cepatnya nasib seseorang bisa berubah menjadi abu karena satu kesalahan fatal. Kisahnya mengingatkan kita bagaimana seseorang bisa jatuh ke jurang keterpurukan dalam sekejap.

Siapa BR Shetty?

Lahir dari keluarga kelas menengah bawah di Udupi, Madras Presidency (sekarang Karnataka, India) pada 1 Agustus 1942, Bavaguthu Raghuram Shetty atau BR Shetty pernah menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Namanya masuk dalam daftar 100 Orang Terkaya India versi Forbes (2015) dan orang ke-42 terkaya di dunia (2019).

Awalnya, Shetty bekerja sebagai tenaga pemasaran obat. Di usia 31 tahun (1973), ia pindah ke Dubai untuk mencari peluang lebih baik. Konon, saat tiba di Dubai, ia hanya membawa $8 (sekitar Rp 120 ribu) dan bekerja sebagai sales obat keliling.

Namun, dalam waktu singkat, Shetty berhasil membangun jaringan dengan orang-orang kaya dan berpengaruh. Beberapa tahun kemudian, ia mendirikan New Medical Center (NMC), perusahaan penyedia layanan kesehatan swasta pertama di UEA.

Penyedia Kesehatan Swasta Pertama di UEA

Rumah sakit pertamanya dikelola oleh istrinya, Chandrakumari Shetty, yang saat itu merupakan satu-satunya dokter di klinik tersebut. Kini, NMC telah berkembang menjadi penyedia layanan kesehatan swasta terbesar di UEA dengan lebih dari 4 juta pasien per tahun di 45 fasilitas yang tersebar di 12 kota dan 8 negara, termasuk UEA, Arab Saudi, Oman, Spanyol, Italia, Denmark, Kolombia, dan Brasil.

NMC juga menjadi perusahaan kesehatan pertama dari negara GCC (Gulf Cooperation Council) dan perusahaan pertama dari Abu Dhabi yang terdaftar di London Stock Exchange serta masuk dalam indeks FTSE 100. Sayangnya, perusahaan ini akhirnya dihapus dari bursa saham London setelah dewan direksi meminta delisting akibat investigasi dugaan kecurangan keuangan.

**Empire Bisnis BR Shetty**
Selain NMC, Shetty juga mendirikan UAE Exchange, perusahaan yang bergerak di bidang pengiriman uang, valas, dan pembayaran tagihan. Di akhir 1970-an, ia melihat banyak ekspatriat India di UEA kesulitan mengirim uang ke keluarga mereka di India. Dari situlah ide UAE Exchange muncul. Pada 2016, perusahaan ini sudah memiliki 800 kantor di 31 negara.

Pada 2003, Shetty mendirikan NMC Neopharma, produsen farmasi berbasis di UEA yang diresmikan oleh mantan Presiden India, APJ Abdul Kalam, di Abu Dhabi.

Dari Miliaran ke Nol: Kejatuhan BR Shetty

Kekayaan Shetty melambung berkat bisnisnya yang beragam, mulai dari kesehatan, keuangan, properti, hingga investasi modal. Pada puncaknya, kekayaannya mencapai **$3 miliar (Rp 45 triliun)**, menjadikannya salah satu orang terkaya di dunia.

Ia hidup mewah, memiliki jet pribadi dan koleksi Rolls Royce, membeli dua lantai penuh di Burj Khalifa serta sejumlah villa mewah di Dubai.

Namun, nasibnya berbalik pada 2019 ketika firma Muddy Waters Research (perusahaan short-seller AS) menuduh perusahaan Shetty melakukan kecurangan. Dalam laporannya, Muddy Waters mengklaim bahwa Shetty menyembunyikan utang $1 miliar (Rp 15 triliun) dari investor dan memanipulasi laporan arus kas.

Akibatnya, saham perusahaannya anjlok, memaksanya menjual perusahaan senilai Rp 12,4 triliun kepada konsorsium Israel-UEA harga Rp 74 saja!

Tragedi Berlanjut
- 2020: Shetty mengundurkan diri dari dewan direksi.
- 8 April 2020: NMC Health dinyatakan bangkrut di Inggris karena masalah tata kelola perusahaan dan jatuhnya harga saham.
- Bank Abu Dhabi Commercial Bank melaporkan NMC ke Kejaksaan Agung UEA.
- Bank Sentral UEA membekukan rekening Shetty dan mem-blacklist perusahaannya.
- Penyelidikan di India juga dilakukan untuk mengidentifikasi risiko terhadap bank-bank India.

Kini, kekayaan Shetty hanya tersisa sedikit dari sebelumnya yang mencapai $3,5 miliar (Rp 52,5 triliun). Forbes pun menghapus namanya dari daftar miliarder pada 2020.

Kisahnya menjadi pelajaran: keserakahan dan kecurangan bisa menghancurkan segalanya dalam sekejap.(*/saf/india.com)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 16 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)