LANGIT7.ID, Semarang - Khat kufi, atau kaligrafi kufi ternyata bisa menjadi aksesoris mobil yang keren lho. Selama ini, kaca di bagian belakang mobil, banyak di pasang stiker-stiker komunitas dengan jumlah banyak, maupun branding produk tertentu, jika sang pemilik adalah seorang wirausaha.
Tapi dengan hanya memasang satu khat kufi di tengah kaca saja, bisa menjadikan mobil tampak elegan. Bentuk huruf Arab dalam khat Kufi memang agak aneh, karena bentuknya memanjang.
Ada tiga jenis kaligrafi Islam. Pertama adalah khat kufi. Kemudian khat naskhi, atau tulisan kaligrafi Islam yang sering dipakai dalam penulisan naskah-naskah berbahasa Arab, karena jenis kaligrafi ini mudah dibaca. Naskhi ini bentuknya sama dengan huruf Arab dalam Alquran.
Jenis kaligrafi ketiga adalah khat tsuluts, yang memiliki ukuran sepertiga dari ukuran khat lainnya. Jenis ini populer di kalangan seniman kaligrafi dan juga digunakan untuk penulisan Al Qur'an dan Al Hadits. Dan selama ini, yang banyak di pasang di body mobil pada umumnya adalah kaligrafi naskhi.
Jika ingin anti mainstream, khat kufi bisa menjadi pilihan mobil sobat Langit7. Meskipun, tidak semua orang bisa membaca huruf Arab dalam kaligrafi tersebut karena bentuknya yang nyentrik. Apalagi tidak dilengkapi dengan harakat atau tanda baca, atau biasa disebut Arab gundul sehingga tampilannya nampak simple dan elegan.
Adalah Nur Khasan, yang berinisiatif membuat stiker khat khufi berlafal “Bismillahirrohmannirrohim” dan “Masya Allah”. Ia banyak mengambil contoh kaligrafi kufi dari media sosial, sebagian juga orisinil karyanya pribadi untuk dibuat stiker. Sejak stiker khat kufi di unggah di media sosial, banyak yang tertarik untuk membeli.
“Niatnya tabarruk, berdoa supaya barokah armadanya, diberikan keselamatan dalam perjalanan, sekaligus juga mengenalkan kaligrafi kufi,” kata Nur Khasan, kepada Langit7.Id, Kamis (30/9).
Pemasangan kaligrafi khat di mobil ini juga tetap mengedepankan adab sebagai umat muslim di Indonesia. Kaligrafi sengaja tidak dipasang di bawah pusar tapi di atas ketinggian pusar.
“Tetap menghargai, karena itu juga kitab suci kita. Harus ada akhlak, dan tidak sembarangan meletakkan kalam Allah, “ kata warga Bukit Panjangan Asri Blok K no 22 Semarang Barat, Kota Semarang ini.
Kaligrafi kufi buatannya terdiri dari dua warna, di antaranya putih oranye, merah putih dan hitam putih. Harganya pun relatif sangat terjangkau. Khat kufi berukuran 15 x 15 cm dibanderol Rp25 ribu dan ukuran 20 x 20 cm, dibanderol Rp35 ribu.
“Kaligrafi kufi saya buat karena memang selama ini tidak ada di Kota Semarang, kalau yang naskhi banyak di pasaran. Kufi ini memiliki seni tinggi, karena tidak semua orang bisa membaca. Pernah ketika saya parkir, ada yang tanya ini barcode-nya bagus,” katanya.
Menurut wikipedia, Khat kufi adalah bentuk kaligrafi tertua, dari berbagai aksara Nabataea lama. Kufi dikembangkan pada akhir abad ke-7 di Kuffah, Irak yang menjadi asal muassal namanya. Huruf ini dikenal sekitar 538 Masehi, sebelum berdirinya Kota Kuffah di Mesopotamia.
Pada zaman Pra Islam, huruf ini sudah digunakan di beberapa wilayah Arab, salinan pertama dari Al-Qur'an dan Taurat di Arab menggunakan huruf ini. Huruf Kufi mula-mula tidak menggunakan tanda baca.
(jqf)