LANGIT7.ID-Belgia; Pada konferensi pers jelang Grand Prix Belgia pekan lalu, Lewis Hamilton memamerkan gaya penuh tema Ferrari—sampai ke aksesori pergelangan tangannya.
Jika diperhatikan, terlihat jam RM 43-01 Manual Winding Tourbillon Split-Seconds Chronograph Ferrari di pergelangannya, sebuah arloji senilai Rp22,5 miliar yang dirilis Maret lalu dalam edisi titanium/Carbon TPT dan full-Carbon TPT. Sejak konferensi pers peluncuran jam ini, Hamilton kerap memakai varian hitam dengan aksen kuning ini. "Pembalap Ferrari saat ini bukan tipe orang yang bisa disuruh pakai apa pun. Jika mereka ingin memakainya, terserah mereka," canda Alexandre Mille, direktur penjualan merek sekaligus putra pendiri Richard Mille. Jelas, Hamilton tidak perlu dipaksa untuk mencobanya.
Model 43-01 adalah kolaborasi terbaru dengan produsen mobil sport legendaris asal Italia itu. Koleksi pertamanya, favorit Pharrell, menyerupai kartu AmEx Platinum dan pernah memegang rekor sebagai jam tertipis di dunia. Arloji baru Hamilton lebih khas Richard Mille: berteknologi tinggi, penuh warna, rumit, harganya bikin melongo, dan sangat keren. Setiap model baru ini diproduksi hanya 75 unit dan memiliki detail terinspirasi Ferrari. Yang paling mencolok adalah logo Ferrari di sudut kiri case dan warna kuning dari logonya. Detail lain hanya bisa dikenali oleh penggemar berat Ferrari: bezel beralur terinspirasi kap mobil Ferrari Daytona SP3, sementara tombol chronograph meniru lampu belakang SF90 Stradale. Tidak ada yang terlewat—Richard Mille bahkan menggunakan baut kepala heksagonal yang sama seperti pada penutup mesin Ferrari.
Di balik semua unsur Ferrari, jam ini tetap klasik ala Richard Mille. Case berbentuk tonneau khas merek ini berukuran 42,9 mm dan tebal 17,1 mm. Di dalamnya, kaliber manual winding RM 43-01 berdenyut 3 Hz dengan segudang komplikasi: dari chronograph split-seconds dengan dual column wheel dan register 30 menit, tourbillon, indikator cadangan daya, torsi, hingga fungsi crown. Terbuat dari titanium Grade 5 antikorosi dan diskeletonisasi penuh, desain asimetris movement ini menampilkan jembatan titanium/Carbon TPT, lapisan emas pada rem fungsi split-seconds, serta sekrup heksagonal yang serasi dengan penutup mesin Ferrari. Tidak mengherankan, RM 43-01 membutuhkan tiga tahun penelitian dan pengembangan.
Seperti semua kreasi Richard Mille, RM 43-01 dirancang secara berlebihan, menantang norma, dan sangat menyenangkan. Dengan harga Rp22,5 miliar untuk versi full-Carbon TPT (dan sekitar Rp19,5 miliar untuk versi titanium/Carbon TPT), ini adalah jam balap sempurna untuk pembalap Ferrari.(*/saf/gq.com)
(lam)