LANGIT7.ID-Toronto; Ben Shelton meraih posisi tertinggi dalam kariernya, No. 6 dunia, sekaligus menjadi juara ATP Masters 1000 termuda dari Amerika Serikat dalam dua dekade setelah mengalahkan Karen Khachanov dalam final yang menegangkan di National Bank Open Presented by Rogers, Kamis malam di Toronto.
Petenis berusia 22 tahun ini menang dengan skor 6-7(5), 6-4, 7-6(3) dalam pertandingan penuh tekanan, membuktikan kemampuannya bangkit dari kesulitan dan tampil memukau di momen-momen krusial.
Shelton berhasil membalikkan keadaan saat tertinggal 0-40 sebelum menutup set kedua. Di set ketiga yang sengit, ia memaksa tie-break—yang ketiga kalinya di turnamen ini—dan memenangkan 14 poin servis beruntun untuk mengunci kemenangan.
"Ini perasaan yang luar biasa," ujar Shelton. "Minggu yang panjang, jalan tidak mudah menuju final. Tapi tenis terbaik saya muncul di saat paling penting. Saya bermain dengan mental kuat, gigih, dan tangguh—semua kualitas yang ingin saya tunjukkan."
Shelton menjadi juara ATP Masters 1000 termuda dari AS sejak Andy Roddick (21 tahun) menang di Miami 2004. Kemenangan ini juga melonjakkan posisinya ke peringkat ke-4 dalam PIF ATP Live Race to Turin, memperbesar peluangnya lolos ke Nitto ATP Finals (9-16 November).
Sebelum final, Shelton mengalahkan Alex de Minaur (No. 8) dan Taylor Fritz (No. 4), serta melewati pertarungan tie-break ketiga melawan Brandon Nakashima dan Flavio Cobolli. Gelar ini adalah yang ketiga dalam kariernya, setelah Tokyo 2023 dan Houston 2024.
Pertandingan Sengit Hingga Detik Terakhir - Set pertama: Kedua pemain sama-sama memenangkan 49 poin.
- Set kedua: Masing-masing meraih 29 poin.
- Set ketiga: Shelton unggul 36-31.
Khachanov mendominasi set pertama dengan 10 forehand winner, memaksa Shelton bertahan di belakang baseline. Namun, berkat saran pelatih (dan ayahnya), Bryan Shelton, Ben mulai bermain lebih agresif dengan mendekati net di set kedua dan ketiga.
"Dia benar," akui Shelton tentang strategi ayahnya. "Khachanov seperti 'menggebuk' saya di lapangan. Forehand-nya keras, servisnya tajam—rasanya seperti diserbu kereta api! Awalnya tidak nyaman bermain lebih maju, tapi akhirnya saya bisa mengalihkan permainan dan membalikkan momentum."
Shelton kini unggul 2-0 atas Khachanov dalam rekor pertemuan mereka, setelah juga menang di Indian Wells awal tahun ini. Keduanya berpotensi bertemu lagi di perempat final Cincinnati Open.
Prestasi Terkini - Shelton: Rekor musim ini 32-16, melesat ke No. 6 dunia.
- Khachanov: Kalah tipis setelah menyelamatkan 1 match point melawan Alexander Zverev di semifinal. Rekor tahunannya 27-17, tapi naik 4 peringkat ke No. 12.
Dengan kemenangan ini, Shelton semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu bintang tenis masa depan yang paling menjanjikan.(*/saf/atptour)
(lam)