LANGIT7.ID-Jakarta; Carlos Alcaraz gagal mempertahankan gelar juara Monte Carlo pada Minggu (5/4) usai dikalahkan Jannik Sinner di partai puncak.
Baik Alcaraz maupun Sinner sama-sama kesulitan menghadapi kondisi berangin di Monaco, dengan total 83 kesalahan sendiri yang dibuat keduanya sepanjang pertandingan.
Sinner akhirnya keluar sebagai pemenang, membungkam petenis Spanyol itu dengan skor 7-6, 6-3. Meski kekalahannya yang menyakitkan serta bikin malu itu, karena mahkotanya no 1 dunia hilang, Alcaraz tampil seperti biasa: rendah hati. Ia mengungkapkan rasa bahagianya melihat Sinner meraih gelar sekaligus memuji performa impresif petenis Italia tersebut.
Alcaraz telah menjelma sebagai salah satu panutan terbesar di olahraga tenis, dan sikapnya usai upacara penyerahan trofi semakin memperkuat anggapan itu.
Usai kekalahan di final Monte Carlo, Carlos Alcaraz pastilah merasa kecewa setelah dikalahkan salah satu rival terberatnya.
Namun, pemuda 22 tahun itu mengesampingkan segala perasaan negatif dan justru menunjukkan kedewasaan yang melampaui usianya.
Sepanjang kariernya yang masih muda, Alcaraz berulang kali membuktikan bahwa ia adalah salah satu petenis paling santun dan baik hati di sirkuit: seorang pemain yang tetap rendah hati saat kalah dan selalu bersedia berinteraksi dengan penggemar—dalam situasi apa pun.
Sopan santun Alcaraz kembali terpancar jelas usai final Monte Carlo.
Setelah menyampaikan pidato pascapetandingan yang penuh kerendahan hati—di mana ia memuji permainan lawannya—Alcaraz meluangkan waktu untuk berbicara dengan seorang ball girl (pengumpul bola) yang cedera di Monte Carlo.
Dalam video yang diabadikan Eurosport Prancis, terlihat Alcaraz sedang berbincang dengan ball girl tersebut, lalu memberikan kaos cadangan miliknya kepada gadis muda itu.
Semua itu dilakukannya sambil tetap menandatangani autograf untuk para penggemar yang hadir di tribun.
Alcaraz tetap menjadi idola penggemar di ATP Tour, dan mudah dipahami mengapa hal itu terjadi setelah aksi kebaikannya yang terbaru ini.
Kerendahan hati dan sopan santun Alcaraz telah lama diakui oleh ATP Tour.
Petenis Spanyol ini dua kali memenangkan Penghargaan Sportivitas Stefan Edberg, yakni pada 2023 dan 2025.
Alcaraz menerima penghargaan 2025 tersebut sebelum tampil di Monte Carlo Masters.
Saat menerima penghargaan itu, ia berkata: “Ini sangat berarti, jujur. Setiap orang yang memilih saya untuk penghargaan ini, itu sangat berarti. Saya sangat, sangat bahagia mendapatkannya.
“Kita lihat saja tahun ini siapa pemenangnya, tapi saya akan berjuang untuk itu.”
Tahun ini, Alcaraz pastinya akan menjadi salah satu kandidat terkuat untuk memenangkan penghargaan tersebut untuk ketiga kalinya; dan sikapnya di Monte Carlo tentu tidak akan merusak peluangnya untuk meraihnya lagi.(*/saf/tennishead)
(lam)