LANGIT7.ID-Jakarta; Program sertifikasi aset wakaf di Indonesia terus menunjukkan kemajuan signifikan pada paruh pertama 2025. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) mencatat telah terbit 5.200 sertifikat wakaf berkat sinergi erat bersama Kementerian ATR/BPN.
Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa percepatan sertifikasi bukan hanya urusan administrasi, tetapi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan manfaat wakaf bagi masyarakat. “Sertifikasi wakaf adalah investasi keberkahan. Kita ingin setiap jengkal tanah wakaf terlindungi secara hukum, sehingga manfaatnya dapat terus mengalir bagi kemaslahatan umat, dari generasi ke generasi,” ujarnya di Jakarta, dikutip Kamis (14/8/2025).
Abu mendorong keterlibatan aktif dari para nazir, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), hingga organisasi Islam dalam seluruh tahapan, mulai pendataan aset hingga pendampingan proses sertifikasi. “Kolaborasi adalah kunci. Pemerintah melalui Kemenag dan ATR/BPN siap memfasilitasi, tapi peran masyarakat, khususnya nazir dan DKM, sangat menentukan kelancaran proses ini,” tambahnya.
Sejak penandatanganan nota kesepahaman Kemenag–ATR/BPN pada 2021, lebih dari 100.000 sertifikat wakaf telah diterbitkan di berbagai daerah. Mekanisme sertifikasi tetap dapat dilakukan meskipun belum ada nazir tetap, dengan menunjuk nazir sementara sesuai ketentuan.
Sertifikasi tanah wakaf juga menjadi pintu pembuka pemanfaatan lahan secara produktif, seperti pembangunan fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan program ekonomi umat. Kemenag berencana menggenjot proses ini secara lebih masif di wilayah dengan tingkat sertifikasi rendah.
Strategi yang diambil meliputi pendampingan langsung di lapangan, penguatan koordinasi lintas lembaga, serta kampanye publik mengenai pentingnya sertifikasi. "Setiap sertifikat yang terbit adalah satu langkah maju dalam menjaga amanah. Mari kita kawal bersama agar aset wakaf terlindungi, termanfaatkan optimal, dan membawa kemaslahatan seluas-luasnya,” kata Abu.
Ia juga memberikan penghargaan kepada jajaran ATR/BPN atas dukungan mereka dalam mempercepat administrasi dan menyediakan pendampingan teknis di daerah. “ATR/BPN telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam memastikan setiap proses berjalan lancar. Dukungan mereka bukan hanya dalam bentuk regulasi dan pelayanan, tetapi juga keterlibatan aktif di lapangan, yang sangat membantu kami dalam mencapai target sertifikasi,” tutupnya.
(lam)