LANGIT7.ID-Jakarta; Manchester United asuhan Ruben Amorim masih tanpa kemenangan di Liga Premier 2025/26 setelah bermain imbang 1-1 dengan Fulham pada Minggu sore – dan kapten Setan Merah, Bruno Fernandes, angkat bicara usai pertandingan terkait kegagalannya mengeksekusi penalti.
Ini adalah cerita yang sudah sering terjadi bagi United, di mana mereka memulai laga dengan penuh intensitas sebelum akhirnya kewalahan oleh perbaikan permainan lawan. Meski ada tambahan satu poin dibanding laga pembuka, namun lebih sedikit sisi positif yang bisa diambil.
Pasukan Amorim membuka skor lewat gol bunuh diri Rodrigo Muniz yang tidak disengaja, yang sedikit menyelamatkan wajah Fernandes. Namun, pemain Fulham, Emile Smith Rowe – dengan sentuhan pertamanya setelah masuk lapangan – mampu menaklukkan Altay Bayindir hanya empat menit kemudian.
Fernandes Angkat Bicara Soal Penalti Gagal
Dengan laga melawan Burnley asuhan Scott Parker sudah menanti, tekanan terus meningkat – namun jika penalti Fernandes berhasil masuk ke pojok atas gawang, siapa yang tahu apakah hasilnya akan jauh berbeda?
Sayangnya, hal itu tidak terjadi. Bola justru melambung jauh di atas mistar. Gary Neville, yang bertugas sebagai komentator Sky Sports bersama Peter Drury, sempat menyebut bahwa keterlibatan wasit Chris Kavanagh dalam momen sebelum penalti bisa menjadi penyebab kegagalan Fernandes.
Sang wasit, yang awalnya menolak protes para pemain United, secara tidak sengaja menabrak Fernandes setelah sang gelandang menaruh bola di titik putih. Lalu apa kata Fernandes, yang biasanya sangat andal dari jarak 12 yard, soal insiden tersebut?
Dalam wawancara pasca-pertandingan, Fernandes – yang dikenal luas sebagai salah satu gelandang terbaik dunia – mengatakan bahwa Kavanagh menolak untuk meminta maaf setelah menabraknya saat ia sedang bersiap mengeksekusi penalti di babak pertama.
“Ya, saya kesal. Seperti setiap eksekutor penalti, kamu punya rutinitas sendiri,” ujar pemain berusia 30 tahun itu sebelum menambahkan: “Kamu punya kebiasaan yang selalu kamu lakukan, tapi dia membuat saya kesal karena wasit tidak meminta maaf dan itu yang memicu saya saat itu.”
Kesal karena tidak ada permintaan maaf, Fernandes menegaskan bahwa dirinya bukan penyebab utama gagalnya penalti tersebut. Sebaliknya, pemain internasional Portugal dengan 80 caps itu menilai teknik eksekusinya sendirilah yang keliru.
“Tapi itu bukan alasan kegagalan penalti. Saya hanya mengenai bola dengan sangat buruk, saya menendang terlalu ke bawah bola dan itulah sebabnya bola berakhir melambung melewati mistar.”
Fernandes – yang sudah mencetak 98 gol dan 86 assist untuk klub sejak bergabung pada 2020 – dilaporkan diminati oleh klub Arab Saudi, Al-Ittihad, yang sudah melakukan pembicaraan dengan perwakilannya.
Di bawah asuhan Amorim, Fernandes tetap menegaskan keinginannya bertahan di Old Trafford untuk jangka panjang meski spekulasi soal masa depannya terus beredar. Saat ini, kontrak sang bintang senior berlaku hingga musim panas 2027.
(lam)