LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Carpal tunnel syndrome (CTS) yang diterjemahkan sebagai sindrom lorong karpal adalah kondisi yang menyebabkan mati rasa,
kesemutan, nyeri, atau lemah di tangan dan pergelangan tangan. Meski dapat terjadi ada siapa saja namun wanita lebih berisiko mengalami penyakit ini daripada laki-laki. Apa penyebab CTS?
CTS terjadi ketika lorong karpal menjadi sempit akibat jaringan yang mengelilinginya membengkak dan menekan
saraf median.
Kondisi ini berbeda dengan
cubital tunnel syndrome, yaitu terjepitnya saraf ulnaris di lorong saraf di siku. Meski gejalanya mirip,
carpal tunnel syndrome juga berbeda dengan
de Quervain’s tenosynovitis, yaitu radang pada tendon pangkal jempol.
Lorong karpal adalah lorong sempit di dalam pergelangan tangan yang dibentuk oleh tulang pergelangan tangan (tulang karpal) dan jaringan penghubung antar tulang (ligamen). Di dalam lorong ini terdapat saraf median, yang mengendalikan otot jari tangan dan menerima rangsangan dari kulit di daerah tangan.
Baca juga: Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Cegah Gangguan Saraf di Usia MudaAda berbagai penyebab CTS, mengutip Alodokter, Senin (25/8/2025), berikut ini beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya CTS:
1. Gerakan tangan berulang dalam jangka waktu lama, misalnya mengetik atau menggunakan mouse komputer
2. Peradangan pada sendi
3. Cedera pergelangan tangan
4. Perubahan hormon, misalnya saat kehamilan atau menopause
5. Penyakit metabolik, seperti diabetes, yang dapat memengaruhi kesehatan saraf
6. Kista atau tumor di sekitar pergelangan tangan
7. Obesitas
8. Jenis kelamin, wanita memiliki risiko lebih tinggi
9. Usia di atas 40 tahun
10. Riwayat CTS dalam keluarga
Untuk gejalanya, CTS juga terjadi dengan berbagai keluhan. Bahkan tidak hanya pada satu tangan saja, melainkan bisa terjadi pada kedua tangan. Akan tetapi, gejala awal biasanya terjadi pada pada tangan dominan atau tangan yang paling sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari.
Gejala CTS dapat hilang dan timbul kembali. Selain itu, umumnya gejala dapat makin memburuk di malam hari. Keluhan yang umum terjadi meliputi:
- Kesemutan di jari-jari tangan
- Mati rasa pada tangan atau jari
- Nyeri di pergelangan tangan yang bisa menjalar ke lengan atau bahu
- Sensasi terbakar di jari atau telapak tangan
- Kram pada tangan
- Kelemahan otot tangan, sehingga sulit memegang barang atau sering menjatuhkan barang
Baca juga: Cegah Gangguan Saraf, Setop Gaya Hidup Sedentary dan Lakukan Senam NeuromoveApakah CTS ini bisa diobati dan bahkan sembuh total?
Ketika Anda merasakan gejala-gejala seperti tersebut di atas, ada baiknya jangan langsung menyimpulkan sendiri. Lakukan pemeriksaan ke dokter jika gejala CTS di atas tidak kunjung membaik, serta mulai mengganggu aktivitas sehari-hari atau kualitas tidur.
Deteksi dan penanganan yang cepat dapat membantu mencegah terjadinya komplikasi, seperti kerusakan saraf permanen atau nyeri jangka panjang.
Pada CTS yang muncul selama kehamilan, gejala biasanya mereda dalam waktu maksimal 6 bulan setelah persalinan. Namun, jika keluhan cukup berat, dokter dapat memberikan penanganan yang sesuai.
Penanganan CTS dapat dilakukan dengan penggunaan penyangga pergelangan tangan (wrist support), konsumsi obat-obatan, terapi fisik, atau operasi. Tentunya semua penanganan ini dengan terebih dahulu konsultasi ke dokter.
(lsi)