LANGIT7.ID-, Jakarta - - Ajang modest fashion Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 membuka jalan untuk memperluas konektivitas antara pelaku
UMKM fesyen dan pasar global, melalui skema
business matching.
Menurut
Menteri Perdagangan Budi Santoso, perwakilan perdagangan (perwadag) RI yang berada di luar negeri dapat membantu memfasilitasi skema business matching.
"
Kemendag memiliki 46 perwadag di 33 negara yang bertugas menjual produk Indonesia, termasuk produk fesyen. Kami memiliki program business matching yang sampai sekarang sudah memfasilitasi kurang lebih 800
UMKM dengan total potensi transaksi mencapai USD 90,04 juta," ungkap Mendag Busan, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis yang diterima
Langit7, dikutip Kamis (25/9/2025).
Peluncuran JMFW 2026 telah dihelat, namun untuk acara puncaknya akan diselenggarakan pada 6-9 November 2025 di Kartika Expo Balai Kartini, Jakarta.
Rangkaian kegiatan pada puncak acara akan mencakup 12 parade gelaran busana, pameran dagang (trade show), gelar wicara (talkshow), penjajakan bisnis (business matching), hingga acara penghargaan (award show). Akan hadir lebih dari 100 desainer, lebih dari 1.000 koleksi jenama, dan menargetkan 8.000 pengunjung selama empat hari kegiatan.
Baca juga: Modest Fashion Sudah Mendunia, Kini Giliran Makanan Halal Jadi Senjata Ekonomi Syariah IndonesiaJMFW 2026 mengangkat tema "Essential Lab" yang bermakna menjadi laboratorium fesyen dalam menentukan arah modest fashion Indonesia. "Layaknya laboratorium medis yang menjadi rujukan untuk menentukan kondisi kesehatan, JMFW berfungsi sebagai laboratorium fesyen untuk memetakan arah gaya berpakaian masa depan," ujar Mendag Busan.
Ia menambahkan, JMFW bertujuan menampilkan tren modest fashion masa depan sekaligus membangun ekosistem fesyen nasional yang kuat dan terintegrasi.
"Kami ingin menampilkan tren modest fashion masa depan melalui JMFW sehingga bisa menjadi kiblat modest fashion dunia dengan membangun ekosistem fesyen yang dibutuhkan dalam mewujudkan visi tersebut. Kalau kita sudah mengetahui trennya, masyarakat akan lebih tertarik untuk memakainya. Dengan begitu, industri tekstil kita berkembang, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tumbuh, dan daya beli masyarakat meningkat," imbuhnya.
Mendag Busan menjelaskan, perbedaan utama JMFW 2026 terletak pada lokasi penyelenggaraan serta tema yang diusung. "Selain tempat, fokus kami yaitu ingin membangun ekosistem. Jadi, kalau ekosistemnya sudah berjalan, semuanya bisa bergerak," kata Mendag Busan.
Baca juga: Indonesia Bertahan di Ranking 3 Ekonomi Syariah Terbesar Dunia, Modest Fashion Paling UnggulState of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025 mencatat, Indonesia menempati peringkat pertama di sektor modest fashion mengungguli Malaysia, Italia, Turki, dan Singapura. Capaian ini adalah perubahan signifikan karena di periode sebelumnya (2023/2024) Indonesia ada di peringkat ketiga.
![JMFW 2026 Perluas Konektivitas Antar Pelaku UMKM Fesyen dan Pasar Global]()
Pencapaian tersebut bukan hanya didasarkan pada volume ekonomi, tetapi juga aspek kesadaran (awareness). Indonesia dinilai unggul dalam penciptaan ekosistem modest fashion nasional yang mencakup regulasi, fasilitasi pemerintah terhadap pengusaha, keberadaan beberapa kegiatan modest fashion skala besar, serta banyaknya pengusaha Indonesia yang mengikuti gelaran fesyen taraf internasional.
Peluncuran JMFW 2026 dihadiri duta besar negara sahabat untuk Indonesia, di antaranya, yaitu Dubes Uni Emirat Arab Abdulla Salem Aldhaheri, Dubes Pakistan Zahid Hafeez Chaudhri, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor KADIN Juan Permata Adoe, serta perwakilan dari kementerian, lembaga, asosiasi, pelaku usaha, desainer, dan komunitas fesyen.
(lsi)