LANGIT7.ID-, Jakarta - - Indonesia kembali mempertahankan posisi ketiga sebagai
ekonomi syariah terbesar di dunia berdasarkan the Global Islamic Economy (SGIE).
Dengan skor Global Islamic Economy Indicator (GIEI) sebesar 99,9, baik 19,8 poin, Indonesia memperkokoh posisinya sebagai pemain utama dalam
pasar syariah dunia.
Laporan tersebut mencatat, Indonesia berhasil meraih kinerja luar biasa di berbagai sektor strategis. Salah satunya adalah sektor
modest fashion, dengan merebut peringkat pertama dunia, melewati Turki dan Uni Emirat Arab.
Baca juga: KNEKS Akan Jadi Badan Ekonomi Syariah, Ma’ruf Amin: Insya Allah Tak Lama LagiSelain itu, sektor pariwisata ramah muslim dan farmasi serta
kosmetik halal Tanah Air masing-masing berada di peringkat kedua global.
Sementara sektor
keuangan syariah juga menunjukkan perkembangan yang positif, naik satu peringkat dibandingkan tahun lalu.
Wakil Presiden Republik Indonesia Ke-13,
KH Ma’ruf Amin, menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah telah menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
"Sebagai negara dengan
populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki legitimasi moral dan dukungan demokratis untuk menjadi pusat ekonomi syariah global," kata Ma’ruf Amin dalam siaran pers Kemenkeu, dikutip Sabtu (19/7/2025).
Senada dengan itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa ekonomi syariah merupakan sistem alternatif yang menawarkan solusi di tengah tantangan global.
"Ekonomi syariah menggabungkan nilai etika, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan. Di tengah
krisis global, inilah peluang untuk membangun tata kelola ekonomi yang lebih inklusif," jelas Rachmat Pambudy.
Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Modernisasi Sistem Anti RasuahLaporan SGIE memproyeksikan belanja konsumen Muslim global yang pada 2023 tercatat USD 2,43 triliun, akan tumbuh menjadi USD 3,36 triliun pada 2028.
Artinya, Indonesia tidak hanya menjadi pasar konsumen, tetapi juga tujuan investasi utama.
Indonesia tercatat sebagai negara tujuan investasi halal nomor satu di dunia, dengan total 40 kesepakatan senilai USD 1,60 miliar pada periode laporan.
(est)