LANGIT7.ID, Palembang - Sebanyak 25.000 benih ikan Jelawat ditebar di Sungai Pengumbak yang berada di Desa Petaling, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumsel.
Penebaran benih ikan tersebut guna peningkatan populasi ikan sekaligus menjaga ekosistem di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Perikanan Muba, Hendra Tristomi, mengatakan kegiatan tersebut telah menjadi agenda rutin pemerintah kabupaten setempat dengan tujuan untuk menjaga ekosistem ikan di perairan sungai, khususnya Sungai Pengumbak.
“Kami
restocking sekitar 25 ribu ikan. Dimana yang ditebar itu ialah bibit ikan Jelawat atau bahasa dusun disebut ikan kelemak yang dianggarkan melalui dana APBD,” ujar dia.
Penebaran benih juga merupakan upaya pemerintah kabupaten setempat dalam menanggulangi penurunan hasil penangkapan ikan di perairan umum, baik secara secara kualitas dan kuantitas.
Selain itu, adanya kesadaran bahwa perlunya pemanfaatan perairan untuk pengembangan kegiatan perikanan berbasis budi daya.
“
Restocking ini selain menambah stok ikan di perairan, juga agar dapat dipanen sebagai ikan konsumsi. Sekaligus bertujuan mengembalikan fungsi dan peran perairan umum sebagai ekosistem akuatik yang seimbang,” ucap dia.
Di tempat sama, Camat Lais Demoon Harian Eka Suza menjelaskan kegiatan yang dilakukan Dinas Perikanan itu sebagai salah satu bentuk pelestarian ikan.
Baca juga:
KKP Dukung Pembangunan Industri Rumput Laut Terintegrasi di Maluku Tenggara“Karena Sungai Pengumbak adalah salah satu sungai cukup penting di Desa Petaling, anak Sungai Pengumbak menjadi objek lelang setiap tahun guna menunjang PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Muba dan juga
income desa,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Petaling Ifiat menyampaikan terkait atas bantuan benih ikan tersebut merupakan upaya pemerintah dalam rangka pemberdayaan masyarakat khususnya di sektor perikanan. Sehingga masyarakat dapat menambah penghasilan dan meningkatkan taraf hidup.
“Mewakili masyarakat di sini, saya ingin sekali ekosistem sungai tetap terjaga. Jadi, ke depan generasi kita masih bisa menikmati manfaat dari ikan-ikan yang ada di sungai tersebut,” tutup dia.
(sof)