Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 09 Januari 2026
home global news detail berita

Fadli Zon Puji Perfilman Indonesia di Anugerah LSF 2025: Ekosistem Kita Luar Biasa

tim langit 7 Senin, 10 November 2025 - 08:58 WIB
Fadli Zon Puji Perfilman Indonesia di Anugerah LSF 2025: Ekosistem Kita Luar Biasa
LANGIT7.ID–Jakarta; Kementerian Kebudayaan melalui Lembaga Sensor Film mempersembahkan ajang apresiasi dan penghargaan Anugerah Lembaga Sensor Film (LSF) tahun 2025 bertajuk Memajukan Budaya Menonton Sesuai Usia. Digelar di Studio 5 Emtek City, Jakarta, serta disiarkan langsung dari Indosiar dan Vidio, penghargaan ini tidak hanya menekankan kualitas cerita dan teknis yang baik, tetapi juga membawa pesan positif sesuai norma bangsa dan kategorisasi usia.

Anugerah LSF 2025 yang memadukan unsur edukasi, hiburan, dan budaya ini dibuka dengan penampilan memukau dari Lesti Kejora bersama 16 akademia Dangdut Academy 7. Penampilan ini menyuguhkan keragaman Nusantara lewat medley lagu daerah yang dinyanyikan penuh harmoni. Mulai dari Dindin Badindin dari Sumatera Barat, Paris Barantai dari Kalimantan Selatan, Si Patokaan dari Sulawesi Utara, Cublak Cublak Suweng dari Jawa Tengah, Yamko Rambe Yamko dari Papua, hingga Gemu Famire dari Nusa Tenggara Timur.

Dalam diskusi yang dipandu oleh Ramzi, Rina Nose, dan Astrid Tiar, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menjelaskan bahwa kebudayaan merupakan unsur yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan. Untuk itu, jiwa bangga pada budaya Indonesia harus ditanamkan sebagai kekayaan dari keragaman nusantara.

Lebih jauh, Menteri Fadli juga memberikan apresiasi terhadap seluruh insan perfilman Indonesia yang telah berpartisipasi aktif dalam pemajuan ekosistem kebudayaan nasional. Ia berharap ekosistem sineas Indonesia dapat menjadi etalase budaya yang dapat mengenalkan budaya Indonesia pada kancah global.

“Ekosistem film kita relatif sangat baik. Produksi film lancar, penonton luar biasa, bioskop dipenuhi, dan banyak film berprestasi di festival internasional. Kami ingin film Indonesia semakin berkualitas, membawa cerita yang mencerminkan peradaban dan nilai-nilai kita, serta semakin dikenal dan diapresiasi,” terang Menbud Fadli dalam keterangannya, Senin (10/11/2025).

Kepada seluruh hadirin, Menteri Fadli turut menekankan pentingnya Budaya Sensor Mandiri, baik untuk penonton maupun pembuat film. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan indeks kualitas literasi penonton, sekaligus menjaga nilai-nilai luhur di era media saat ini.

“Sensor diperlukan terhadap hal-hal yang melawan hukum dan sejenisnya. Kita ingin film dan produk budaya kita tetap berada di jalur nilai-nilai kita. Silakan berkarya, dengan mengacu pada koridor hukum dan nilai-nilai Indonesia,” tutur Menteri Kebudayaan.

Menbud Fadli Zon turut menyerahkan piala penghargaan kepada kreator poster film 1 Kakak 7 Ponakan yang sukses memenangkan kategori Poster Film Sensor Mandiri Terbaik. Sebagai pamungkas dari Anugerah LSF 2025, Menbud Fadli Zon bersama Puteri Indonesia 2025, Firsta Yufi Amarta Putri, membacakan nominasi Lifetime Achievement, penghargaan yang diberikan kepada pelaku seni yang memiliki karya dan dedikasi untuk pemajuan dan keberlanjutan film tanah air.

“Malam ini, kita akan memberi apresiasi kepada seorang seniman di industri perfilman tanah air. Ia dijuluki sebagai ‘Guru Keliling’ bagi banyak generasi muda, karena baginya, pengetahuan harus dibagikan dan seni harus terus bergerak untuk kejayaan perfilman Indonesia. Dengan bangga, Anugerah Lembaga Sensor Film 2025 menganugerahkan Lifetime Achievement kepada Garin Nugroho,” ujar Menteri Fadli Zon.

Melalui tayangan video, Ketua Lembaga Sensor Film, Naswardi, sampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh insan perfilman Indonesia. Ia menuturkan bahwa Anugerah LSF berbeda dengan penghargaan karya budaya lainnya, sebab ajang penghargaan ini menyatukan apresiasi terhadap tiga ajang sekaligus, insan pertelevisian, perfilman, dan kepatuhan terhadap budaya sensor mandiri.

Lebih lanjut, sebagai sebuah lembaga negara yang bersifat tetap dan independen dengan tugas menilai kelayakan film dan iklan film sebelum diedarkan ataupun ditujukan kepada khalayak umum, Naswardi menegaskan peran LSF yang ingin terus memasyarakatkan penggolongan usia penonton kepada seluruh masyarakat Indonesia atau budaya sensor mandiri dan menonton sesuai usia.

Anugerah LSF tahun kelima memberikan total penghargaan kepada 18 kategori. Materi yang dinilai dari Anugerah LSF 2025 berasal dari total 58.415 film dan iklan film sejak Agustus 2023 hingga Desember 2024, dengan penjurian yang dilakukan oleh 17 orang anggota LSF dan 20 orang tenaga sensor yang dibagi menjadi enam kelompok.

Jajaran penerima anugerah di enam belas kategori lainnya yakni:

- Film Bioskop Semua Umur Sensor Mandiri Terbaik diraih oleh Petualangan Anak Penangkap Hantu

- Film Bioskop 13+ Sensor Mandiri Terbaik diraih Cinta Dalam Ikhlas

- Film Bioskop 17+ Sensor Mandiri Terbaik diraih Siksa Kubur

- Film Bioskop 21+ Sensor Mandiri Terbaik diraih Possession: Kerasukan

- Jaringan Bioskop Peduli Sensor Mandiri Terbaik diraih XXI

- Rumah Produksi Sensor Mandiri Terbaik diraih PT. MD Pictures

- Jaringan Teknologi Informatika Peduli Sensor Mandiri Terbaik diraih Maxstream

- Trailer Film Sensor Mandiri Terbaik diraih Bila Esok Ibu Tiada

- Televisi Peduli Sensor Terbaik diraih ANTV

- Televisi Sensor Mandiri Terbaik diraih Indosiar

- Televisi Peduli Kebudayaan diraih Trans TV

- Televisi Peduli Pendidikan diraih GTV

- Iklan Komersial Sensor Mandiri Terbaik diraih Livin’ Versi Warung dan Pasar

- Iklan Layanan Masyarakat Sensor Mandiri Terbaik diraih Wonderful Indonesia ‘Bidadari Turun di Likupang’ versi 8 menit

- Kementerian dan Lembaga Peduli Sensor Mandiri Terbaik diraih Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia

- Lembaga Pendidikan Peduli Sensor Mandiri Terbaik diraih Akademi Film Yogyakarta

Anugerah LSF 2025 dimeriahkan oleh sederet pelakon, pesohor, serta musisi kenamaan tanah air, antara lain Dewi Persik, Lesti Kejora, Randy Pangalila, Quinn Salman, Prince Poetiray, hingga Ungu. Hadir pula perwakilan kementerian serta akademisi, seperti Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, serta Rektor Universitas Al Azhar Indonesia, Widodo Muktiyo.

Sementara itu, turut hadir untuk mendampingi Menteri Kebudayaan, di antaranya Sekretaris Jenderal, Bambang Wibawarta; Inspektur Jenderal, Fryda Lucyana; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; serta Staf Khusus Menteri Bidang Media dan Komunikasi Publik, Muhammad Asrian Mirza.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 09 Januari 2026
Imsak
04:14
Shubuh
04:24
Dhuhur
12:03
Ashar
15:28
Maghrib
18:17
Isya
19:31
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan