LANGIT7.ID-Perjalanan hijrah Rasulullah dari Mekkah ke Madinah tidak dijalankan begitu saja tanpa rencana yang matang. Syeikh Said Ramadhan Al-Buthi mengupas bagaimana detailnya persiapan hijrah dalam kitab Fiqhus Sirah.
Sahabat Abu Bakar telah mempersiapkan dua ekor kuda sejak empat bulan sebelumnya. Beliau juga mengatur tugas bagi putra-putrinya yaitu Abdullah, Aisyah dan Asma.
Abdullah diperintahkan mencuri dengar berita-berita yang beredar di kota, kemudian menyampaikan informasi tersebut ke gua Tsur setiap sore.
Aisyah menyiapkan makanan dan Asma yang mengantarkannya ke gua Tsur tempat Rasulullah dan ayahnya bersembunyi. Pembantu mereka yang bernama Amir bin Fahirah juga diberikan peran untuk menggembala domba di padang pasir yang dilalui Asma.
Dengan demikian maka jejak-jejak kaki Asma di atas pasir akan tertutup oleh jejak domba, sehingga orang-orang musyrik tak bisa membuntuti di mana keberadaan mereka.
Seorang penunjuk jalan juga sudah disewa sejak jauh-jauh hari sebelumnya, yaitu Abdullah bin Arqath, karena ia hafal sekali jalan pintas menuju Madinah. Pemilihan rute ini juga telah diperhitungkan masak-masak, untuk menghindari pengejaran orang-orang musyrik.
Masih ada Sahabat Ali bin Abi Thalib yang didelegasikan untuk mengatur benda-benda yang ditinggalkan Rasulullah untuk dikembalikan kepada pemiliknya masing-masing, karena sebagian besar benda tersebut adalah titipan orang-orang Mekkah.
Intinya, Rasulullah benar-benar detail dalam menyusun rencana. Beliau memilih sendiri orang-orang yang tepat dan mengatur tugas-tugas yang jelas. Rasulullah tidak begitu saja melakukan sesuatu tanpa planning.
Belajar dari kisah mulia ini, maka setiap muslim hendaknya juga menyusun rencana untuk hidupnya. Karena hidup tak bisa mengalir begitu saja tanpa planning. Buatlah rencana harian dan bulanan. Tidak salah apa yang dikatakan Carlos Walace,
Each day, wake up with a plan. Don’t just approach your days in an unfocused void. That state of mind leaves too much room for discontent, opposition, unhappiness and hopelessness.
Setiap pagi, bangunlah dengan sebuah rencana. Jangan sampai hari Anda memiliki waktu kosong. Karena ruang yang kosong itu nanti akan diisi oleh hal sia-sia, bimbang, tak bahagia, dan putus asa.
Ruang waktu yang kosong adalah efek samping dari tidak adanya perencanaan. Ruang waktu yang kosong ini benar-benar tidak bermanfaat dan wajib kita hindari seperti sabda Nabi dalam riwayat Tirmidzi,
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ
“Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.”
Salam Hijrah. Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita(*/Ustaz Arafat/Komunitas QM)
(lam)