LANGIT7.ID-Ada masa ketika kita sudah berdoa lama, berusaha sepenuh tenaga, namun apa yang kita inginkan terasa semakin jauh. Harapan yang kita simpan rapi di dalam hati seakan menjauh setiap kali kita mendekatinya. Saat seperti itu, jangan buru-buru putus asa — bisa jadi Allah sedang menguji sabar kita, bukan menolak doa kita.
Allah ﷻ berfirman:
“Dan bersabarlah; sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Hud: 115).
Sabar bukan berarti diam tanpa perasaan. Sabar adalah keteguhan hati untuk tetap yakin bahwa Allah mengatur waktu terbaik, bahkan ketika kita sedang tidak mengerti.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Doa seorang hamba akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa.” Lalu para sahabat bertanya, “Apa maksud tergesa-gesa itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,
“Ia berkata: ‘Aku sudah berdoa, tetapi belum juga dikabulkan.’ Lalu ia pun berhenti berdoa.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Betapa banyak harapan sebenarnya sudah dekat, tetapi kita melepaskannya terlalu cepat.
Kadang Allah menunda untuk memperbaiki hati kita. Kadang menunda untuk menjauhkan kita dari bahaya. Kadang menunda karena ada sesuatu yang jauh lebih baik sedang dipersiapkan. Penundaan bukan penolakan — ia adalah bentuk kasih sayang yang kita belum pahami.
Malam ini, tetaplah berharap. Tetaplah berdoa meski belum terlihat tanda-tanda. Tetaplah yakin bahwa doa yang tulus tidak pernah hilang — ia hanya menunggu waktu yang paling indah untuk datang.(*/saf/Komunitas QM.)
(lam)