Oleh: Adham SyarqawiPenerjemah: Aunur Rafiq Saleh, Lc.LANGIT7.ID-Kamu bertanya padaku: Mengapa waktu begitu cepat berubah sehingga terasa tidak aman?
Kukatakan kepadamu: Hari-hari adalah salah satu prajurit Allah, kawan!
Dia memutarnya di antara manusia untuk menunjukkan kepada makhluk-Nya bahwa hanya Dia, yang Maha Kekal Abadi!
Kawan!
Firaun menyombongkan diri dan berkata, "Bukankah kerajaan Mesir milikku, dan sungai-sungai ini mengalir di bawahku?"
Kemudian Allah memutar waktu dan mengalirkan air di atasnya (menenggelamkannya).
Seandainya kamu melihatnya ketika Jibril menyumpalkan lumpur ke mulutnya, di hadapan Musa as yang saat bayi pernah menangis di istananya suatu hari, ingin disusui!
Kawan!
Namrud pernah berkata, "Aku juga dapat menghidupkan dan mematikan."
Kemudian Allah memutar waktu, lalu mengirimkan seekor nyamuk yang menghancurkan hidupnya.
Ia tidak bisa istirahat sampai kepalanya harus dipukuli dengan sandal. Padahal mereka sebelumnya bersujud kepadanya!
Kawan!
Nabi saw meninggalkan Mekah di tengah kegelapan malam, setelah kaum Quraisy mengambil seorang pria dari setiap suku untuk memukulnya dengan satu pukulan, agar darahnya terbagi di antara orang-orang!
Kemudian Allah membalik waktu, lalu mengembalikan Nabi-Nya ke Mekah sebagai pembebas Mekah di siang hari!
Kawan!
Seandainya kamu melihat Bilal bin Rabah dilemparkan oleh Umayyah bin Khalaf ke pasir Mekah yang membara, pasti kamu akan berkata, "Apakah siksaan ini tidak ada habisnya?!"
Lalu Allah memutar waktu. Kedua pasukan pun bertemu di Badar.
Di Badar, Bilal menancapkan pedangnya ke dada Umayyah. Dengan perisitiwa ini, kamu pasti bisa memahami hikmah Allah dalam perubahan waktu!
Kawan!
Inilah hari-hari yang Dia ciptakan di antara ciptaan-Nya.
Terkadang sehat, terkadang sakit,
Terkadang kaya, terkadang miskin,
Terkadang gembira, terkadang duka,
Agar yang kuat tak tertipu, dan yang lemah tak putus asa,
Agar yang kaya tidak sombong, dan yang miskin tidak putus asa.
Kemudian Dia melemparkan panah takdir-Nya kepada manusia.
Karena itu, dalam segala keadaanmu, tetaplah berada di pihak sang Pemanah, agar kamu senantiasa selamat!
Semoga damai senantiasa di hatimu.(*/saf/komunitas QM)
(lam)