LANGIT7.ID-Jakarta; Kegagalan Timnas Indonesia U22 meraih medali emas di SEA Games 2025 memunculkan kembali perdebatan lama soal stagnasi kepelatihan di level tim nasional. Sorotan tajam datang dari pengamat sepak bola Bung Towel, yang menilai sudah waktunya dilakukan penyegaran serius dalam struktur pelatih.
Alih-alih menyoroti hasil pertandingan semata, Bung Towel menempatkan kegagalan ini sebagai alarm evaluasi jangka panjang. Ia menilai kapasitas Indra Sjafri sebagai pelatih telah mencapai batas maksimal, meskipun rekam jejak prestasi di masa lalu tak bisa diabaikan.
“Menurut saya mentok, ada masanya,” ujar Bung Towel dilansir dari kanal YouTube media lain.
Menurut Bung Towel, persoalan utama bukan hanya soal kalah atau menang, melainkan pola penunjukan pelatih yang dinilai terlalu sempit. Ia menilai ekosistem kepelatihan nasional seolah tidak memberi ruang bagi figur lain untuk berkembang.
“Ada risiko dalam peta kepelatihan sepak bola kita, seolah-olah enggak ada pelatih lain. Indra Sjafri punya track record bagus, iya, karena dia dapat kesempatan, yang lain enggak dapat kesempatan,” lanjutnya.
Pandangan tersebut menegaskan kritik terhadap kebijakan PSSI yang kembali mempercayakan kursi pelatih kepada sosok yang sama. Bung Towel menilai keputusan itu berpotensi menutup regenerasi pelatih dan memperlambat pembaruan ide di tubuh tim nasional.
Dari sisi hasil, Timnas Indonesia U22 memang gagal melangkah ke semifinal. Kekalahan dari Filipina dan kemenangan atas Myanmar tidak cukup membawa Garuda Muda lolos karena kalah selisih gol dari Malaysia.
Dengan hasil tersebut, empat tim yang melaju ke babak semifinal adalah Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina.
Bagi Bung Towel, kegagalan ini seharusnya menjadi momentum perubahan. Ia menilai sudah saatnya federasi berani membuka jalan baru dengan mencari figur pelatih berbeda demi membawa Timnas Indonesia melangkah lebih jauh ke depan, bukan sekadar mengulang pola lama.
(lam)