LANGIT7.ID-Di tengah kehidupan yang serba terbuka, kita sering melihat keberhasilan orang lain: pencapaian mereka, kemudahan hidupnya, atau hasil yang tampak begitu cepat. Tanpa disadari, hati mulai membandingkan. Lalu muncul rasa iri yang halus, diam-diam melemahkan ketenangan jiwa.
Padahal setiap orang memiliki jalan, waktu, dan porsi rezeki yang berbeda. Allah ﷻ berfirman:
“Janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain.” (QS. An-Nisa: 32).
Ayat ini menegaskan bahwa membandingkan takdir hanya akan membuat hati lelah, karena kita sedang menimbang sesuatu yang bukan jatah kita.
Rasulullah ﷺ pun mengingatkan bahwa iri dapat menggerogoti kebaikan. Beliau ﷺ bersabda:
“Jauhilah hasad (iri), karena hasad dapat memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud).
Saat melihat keberhasilan orang lain, latihlah hati untuk mendoakan, bukan membandingkan. Ucapkan dalam diam: *“Ya Allah, berkahilah dia, dan cukupkan aku dengan karunia-Mu.”* Doa seperti itu bukan hanya menenangkan hati, tetapi juga membuka pintu keberkahan untuk diri sendiri. Setuju?
Malam ini, mari periksa kembali isi hati. Jika ada rasa iri yang menyelinap, jangan disimpan. Hadapkan kepada Allah, lalu gantikan dengan syukur atas apa yang telah kita miliki. Sebab hati yang sibuk bersyukur tidak punya ruang untuk iri, dan hati yang yakin pada pembagian Allah akan selalu lebih tenang menjalani hidup.(*/saf/ Komunitas QM)
(lam)