LANGIT7.ID-Menunggu adalah bagian paling sunyi dari perjuangan. Kita sudah melangkah, sudah berusaha, sudah berdoa, tetapi hasil belum juga hadir. Hari-hari terasa berjalan lambat, sementara hati terus diuji: *masih layakkah berharap?*
Allah ﷻ berfirman:
“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar: 53).
Ayat ini bukan hanya larangan, tetapi pelukan bagi hati yang hampir menyerah. Sebab putus asa bukan tanda lemahnya keadaan, melainkan lemahnya harapan kepada Allah.
Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa harapan adalah bagian dari iman. Selama napas masih ada, pintu pertolongan Allah belum pernah tertutup. Bisa jadi yang kita tunggu bukan ditunda, tetapi sedang dipersiapkan agar datang pada waktu yang paling tepat dan dalam bentuk yang paling menenangkan.
Malam ini, bila penantian terasa panjang, jangan biarkan hati tenggelam dalam prasangka buruk. Ganti lelah dengan doa, ganti keluh dengan dzikir, dan ganti kekhawatiran dengan keyakinan.
Allah tidak pernah menyia-nyiakan air mata hamba-Nya. Tidak satu pun doa yang hilang. Semuanya dicatat, semuanya dijaga, dan semuanya akan kembali kepada kita dalam bentuk kebaikan.
Tetaplah berharap. Karena harapan yang dijaga dengan iman akan selalu menemukan jalannya pulang.(*/saf/Komunitas QM)
(lam)