LANGIT7.ID-Ada masa ketika hati terasa bimbang. Melangkah terasa ragu, berhenti pun terasa salah. Pilihan ada di depan mata, tetapi keyakinan belum sepenuhnya menetap. Di saat seperti ini, hati mudah lelah karena terlalu banyak menimbang, namun sedikit bersandar.
Allah ﷻ berfirman: “Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkannya.” (QS. Ath-Thalaq: 3). Ayat ini bukan janji bahwa jalan akan selalu mudah, tetapi jaminan bahwa hati tidak akan dibiarkan sendirian saat kita benar-benar bersandar kepada-Nya.
Keraguan sering muncul ketika kita ingin segalanya pasti sebelum melangkah. Padahal, hidup memang bukan tentang kepastian di awal, melainkan keberanian melangkah sambil terus memohon petunjuk. Ikhtiar tetap dilakukan, doa terus dipanjatkan, namun hati tidak boleh terjebak dalam kecemasan yang berlarut.
Rasulullah ﷺ mengajarkan doa agar hati diteguhkan. Beliau ﷺ sering berdoa: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi). Doa ini mengingatkan bahwa keteguhan hati adalah karunia, bukan semata hasil kekuatan diri.
Malam ini, jika hati sedang bimbang, jangan memaksanya untuk langsung yakin. Tenangkan dulu dengan doa, luruskan niat, dan mohonkan petunjuk Allah dalam setiap langkah kecil. Kadang arah menjadi jelas bukan karena semua jawaban sudah ada, tetapi karena hati sudah siap mempercayakan sisanya kepada Allah.(*/saf/Komunitas QM)
(lam)