Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 14 September 2026
home masjid detail berita

RenunganMalam: Menenangkan Hati di Tengah Kecemasan Masa Depan

tim langit 7 Sabtu, 03 Januari 2026 - 20:46 WIB
RenunganMalam: Menenangkan Hati di Tengah Kecemasan Masa Depan
LANGIT7.ID-Masa depan sering kali menjadi sumber kecemasan. Kita memikirkan hari esok yang belum tentu datang, menebak-nebak keadaan yang belum terjadi, lalu hati pun lelah sebelum melangkah. Padahal, yang benar-benar kita miliki hanyalah hari ini.

Allah ﷻ berfirman: “Dan janganlah kamu bersedih hati terhadap apa yang luput darimu, dan jangan pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan kepadamu.” (QS. Al-Hadid: 23). Ayat ini mengajarkan keseimbangan hati—tidak tenggelam oleh masa lalu, dan tidak gelisah oleh masa depan.

Kecemasan muncul ketika kita ingin mengendalikan hal-hal yang berada di luar kuasa kita. Kita lupa bahwa masa depan bukan untuk ditakuti, tetapi untuk dipersiapkan dengan iman dan usaha yang jujur. Hati menjadi lebih tenang saat kita sadar: tugas kita berikhtiar hari ini, bukan memastikan hasil esok hari.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah ia meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi). Terlalu larut dalam kekhawatiran yang belum tentu terjadi sering kali tidak membawa manfaat, justru menguras kekuatan jiwa.

Malam ini, latih hati untuk kembali tenang. Serahkan masa depan kepada Allah, fokuslah pada kewajiban hari ini, dan iringi langkah dengan doa. Ketika hati berhenti melawan takdir dan mulai percaya pada pengaturan Allah, kecemasan akan perlahan berubah menjadi tawakal.
(*/saf/Komunitas QM).

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 14 September 2026
Imsak
04:22
Shubuh
04:32
Dhuhur
11:52
Ashar
15:05
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan