Soroti Mental Jago Kandang, Coach Justin: Main di Rumah Memang Hasilkan Duit, Tapi Bikin Timnas Sulit!
nabilRabu, 07 Januari 2026 - 12:31 WIB
LANGIT7.ID-Jakarta; Kedatangan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia membawa harapan baru. Namun, pengamat sepak bola senior sekaligus mantan Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Justinus Lhaksana, mengingatkan PSSI agar tidak hanya fokus pada pelatih, tetapi juga pada pemilihan lawan tanding dan lokasi pertandingan.
Dalam analisis terbarunya di kanal YouTube, sosok yang akrab disapa Coach Justin ini memberikan kritik membangun terkait kebiasaan Timnas Indonesia yang terlalu sering menggelar laga uji coba di kandang sendiri.
Menurut Justin, menggelar pertandingan di Indonesia memang menguntungkan secara finansial karena penjualan tiket yang masif. Namun, hal ini dinilai tidak mendidik mental pemain saat harus bertarung di markas lawan. Ia menyoroti fakta bahwa Timnas Indonesia sering kali kesulitan mengembangkan permainan saat bermain di luar negeri (away), siapa pun pelatihnya.
"Gua tahu kalau main di kandang menghasilkan duit banyak tapi ini tidak mendukung kita, tahulah performa kita di bawah siapapun pelatihnya, kalau di luar selalu performa kita kesulitanlah benar-benar kesulitan," tegas Justinus Lhaksana, Rabu (7/1/2026).
Oleh karena itu, Coach Justin berharap di bawah era baru ini, PSSI berani mengambil risiko dengan mengirim Timnas main tandang saat jeda internasional (FIFA Matchday). Tujuannya jelas, untuk mengasah mental bertanding para pemain agar tidak hanya jago di kandang sendiri.
Ia menyadari bahwa konsekuensi main tandang adalah berkurangnya pemasukan dari tiket. Namun, ia berharap federasi bisa mencari solusi pendanaan lain agar prestasi tidak dikorbankan demi pemasukan semata.
"Semoga ada dapat duit dari sumber lain sehingga kita bisa enggak hanya main di kandang juga ditandang, tapi juga dengan lawan yang sepadan," tambah Justinus menutup harapannya.
Pernyataan ini menjadi pengingat penting bahwa investasi Timnas bukan hanya soal merekrut pelatih asing, melainkan juga berani keluar dari zona nyaman untuk menghadapi lawan sepadan di kandang mereka.
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.