LANGIT7.ID - , Jakarta - Karpet masih jadi barang mewah bagi sebagian orang. Semakin tebal dan besar karpet, biasanya anggapan orang akan menunjukkan seberapa kaya orang tersebut.
Padahal untuk menentukan sebuah karpet yang berkualitas dan berkelas, bukan dari ketebalannya. Dan juga bukan juga dari halusnya bahan.
Seperti dijelaskan pemilik usaha karper Al Barkat, Attaul Karim, di bilangan Jakarta Selatan yang disambangi Langit7 pada (8/10/2021).
"Banyak masyarakat Indonesia salah paham tentang kualitas karpet, yang lebih tebal dan bahan halus dianggap lebih mahal," kata Atta penguasaha asal Pakistan tapi sudah memiliki kewarganegaraan Indonesia.
Baca juga : Tips Dekorasi Rumah Minimalis agar Terlihat Lebih MegahMenurut Atta, tebal dan halusnya karpet bukan penentu alas lantai ini berkelas dan berkualitas. Atta menjelaskan ada beberapa hal yang jadi penentu kualitas sebuah karpet.
Hal pertama yang harus dilakukan pembeli adalah melihat bagian belakang karpet. Perhatikan susunan dan kepadatan benang di bagian belakang. Teorinya semakin padat benang maka makin berkualitas karpet tersebut.
Untuk mengetahuinya, dengan cara menusuk dua jarum ke bagian belakang karpet dengan jarak 1 cm. Lihatlah kepadatan susunan benang yang ada di karpet tersebut. Intinya, jumlah benang atau kepadatannyalah yang menentukan kualitas sehelai karpet.
Langkah selanjutnya denngan mengusap permukaan karpet sebanyak 7-10 kali usapan tangan secara kontinyu. Bila pada usapan kelima rasanya sudah berubah, berarti bahannya tidak berkualitas tinggi. Tapi jika setelah 10 kali usap tetap rasanya, maka bahan yang digunakan termasuk berkualitas.
Rumbai yang ada di pinggir karpet juga bisa jadi penentu karpet tersebut berkelas atau tidak. Usahakan cari rumbai karpet yang halus dan tipis. Hal itu akan menunjukkan sebuah karpet berkualitas dan berkelas.
Langkah selanjutnya dengan melihat motif dan warna. Biasanya karpet yang bagus memiliki motif bernilai sejarah. Tak ada bedanya dengan batik di Indonesia. Batik yang memiliki motif tradisional, akan lebih mahal karena memiliki makna dan memiliki cerita, bukan hanya gambar belaka. Sedangkan warna cenderung mengikuti tren yang ada.
"Ditahun 2021 ini, tren warna karpet yang dianggap berkualitas tinggi adalah warna pastel dan tosca, warna yang lebih kalem dari warna yang kalem." ujar Atta.
Baca juga : Bacaan Doa Keluar Rumah dan Jalan-Jalan Berlibur Akhir PekanSelain langkah di atas, ada satu hal lagi yang menjadi catatan dari Atta jika anda ingin membeli karpet yang berkualitas.
"Jangan beli di pameran dengan harga promo yang menarik dan jangan beli di luar negeri,"
Tujuannya adalah agar jika ingin menyampaikan komplain bisa tersalurkan. Membeli di pameran atau di luar negeri, sudah pasti akan sulit jika ingin menyampaikan keluhan setelah membeli.
"Kalau beli di toko yang terpercaya, kapan saja ada keluhan, bisa langsung ke toko. Dan semua karpet yang di jual di luar negeri, ada semua jenisnya di Indonesia." tutup Atta yang juga memiliki jaringan internasional penjual karpet.
(est)