LANGIT7.ID-Ada saatnya bukan tubuh yang lelah, melainkan pikiran. Terlalu banyak yang dipikirkan, terlalu banyak yang dikhawatirkan, hingga hati terasa kosong dan berat. Di titik ini, kita sering lupa bahwa hati tidak diciptakan untuk menanggung semuanya sendirian.
Pikiran manusia memang terbatas. Ia mudah lelah saat terus memaksa memahami hal-hal yang belum Allah bukakan jawabannya. Ketika itu terjadi, wajar jika hati gelisah. Namun kegelisahan itu seharusnya menjadi isyarat: sudah waktunya kembali mendekat kepada Allah.
Allah ﷻ berfirman: “Dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai Pelindung.” (QS. Al-Ahzab: 3). Ayat ini mengingatkan bahwa tidak semua beban harus kita pikul dengan logika. Ada bagian hidup yang hanya bisa ditenangkan dengan tawakal.
Kembali kepada Allah bukan berarti lari dari masalah. Justru di sanalah hati mendapatkan kekuatan baru. Doa, dzikir, dan sujud yang panjang sering kali tidak langsung mengubah keadaan, tetapi perlahan menguatkan jiwa agar mampu menjalaninya.
Malam ini, jika pikiran terasa penat dan hati tidak lagi tenang, berhentilah sejenak. Kembalikan urusan yang berat kepada Allah. Tidak semua harus dipahami, tidak semua harus dikendalikan. Cukup jaga iman, karena hati yang dekat dengan Allah akan selalu menemukan jalan pulang(*/saf/Komunitas QM)
(lam)