LANGIT7.ID-Melbourne;
Pertandingan semifinal Australia Open di sektor putri yang memainkan dua partai benar benar menarik. Partai pertama yang mempertandingkan duel petenis Aryna Sabalenka dengan Switolina berlangsung seru dan dimenangkan Sabalenka dengan score 6-2, 6-3.
Sementara partai semifinal kedua mempertemukan petenis peringkat ketiga dunia, Jesica Pegula duel dengan petenis cantik Elena Rybakina dan dimenangkan si cantik Rybakina dengan score 3-6, 6(7)-7(9).
Dari hasil semifinal ini, maka partai final sangat idial karena mempertemukan dua petarung hebat: Sabalenka vs si cantik Rybakina. Keduanya sama sama memiliki type permainan yang sangat keras. Sama sama memiliki forehand, dan backhand yang keras. Hanya si cantik Rybakina masih unggul di servicenya yang keras dan tajam. Siapa yang bakal jadi pemenang? Tentu masih fifty fifty karena sama sama memiliki kelebihan dan peluang. Namun hasil pertemuan terakhir di WTA Final di Riyadh yang memperebutkan hadiah 89 miliar, Sabalenka kalah dan Rybakina keluar sebagai juara.
Final Keempat
Laju Aryna Sabalenka menuju final Australia Terbuka keempatnya berturut-turut tak terbendung, bahkan oleh sebuah hukuman hindrance (mengganggu) sekalipun.
Petenis peringkat satu dunia itu dengan perkasa mengalahkan Elina Svitolina 6-2, 6-3 pada Kamis malam, melangkah makin dekat ke gelar juara ketiganya dalam empat tahun di Melbourne.
Sabalenka asal Belarusia akan menantang pemenang semifinal kedua antara petenis unggulan ke-6 Jessica Pegula dan unggulan ke-5 Elena Rybakina—sang juara Wimbledon 2022 yang menjadi runner-up di Australia dikalahkan Sabalenka pada 2023.
Keempat petenis ini lolos ke semifinal tanpa kehilangan satu set pun—sebuah pencapaian pertama di Australia Terbuka dalam 56 tahun. Sabalenka dan Svitolina juga sama-sama membawa rekor 10 kemenangan beruntun di awal musim ini setelah menjuarai turnamen pemanasan.
Sabalenka berhasil mempertahankan kedua rekor miliknya. Ia mencetak 19 pukulan pemenang dan mematahkan servis Svitolina dua kali di set pertama. Di akhir pertandingan, ia unggul 29 pukulan pemenang berbanding 12 milik rivalnya dari Ukraina itu.
Seperti yang sudah menjadi kebiasaan bagi petenis Ukraina saat melawan petenis Rusia atau Belarusia, tidak terjadi jabat tangan di net setelah laga. Foto bersama sebelum pertandingan juga tidak dilakukan.
Sabalenka menjadi petenis wanita ketiga di era Open yang mencapai empat final tunggal beruntun di Australia Terbuka, setelah Evonne Goolagong dan Martina Hingis.
"Ini pencapaian yang luar biasa, tetapi pekerjaan belum selesai," kata Sabalenka dengan penuh emosi dalam wawancara TV di lapangan. "Saya sudah mengamati permainannya, (Svitolina) bermain sangat baik. Saya merasa harus mengambil inisiatif dan memberikan tekanan sebesar mungkin kepadanya. Saya senang permainan saya bagus. Saya pikir saya bermain tenis yang hebat."
Satu-satunya gangguan kecil adalah hukuman hindrance di awal game keempat. Hindrance diberikan ketika ada gangguan yang menghalangi lawan memukul bola, bisa termasuk suara keras dari pemain.
Wasit Louise Azemar Engzell menilai Sabalenka mengeluarkan dengusan yang terlalu panjang setelah ia melakukan shank pada pukulan forehand. Bola itu sepertinya akan keluar, tetapi mendarat di dalam garis, memberi Svitolina kesempatan untuk melanjutkan permainan. Saat itulah wasit turun tangan.
Sabalenka meminta tinjauan video, tetapi hukuman tersebut tetap dipertahankan setelah wasit menegaskan bahwa dengusan itu lebih panjang dari biasanya.
Hukuman itu tidak mengganggu Sabalenka lama. Ia justru mematahkan servis di game itu dan menguasai sebagian besar sisa pertandingan.
Satu-satunya service break Svitolina terjadi di awal set kedua. Namun, Sabalenka langsung bangkit dan memenangkan lima game beruntun untuk mengamankan kemenangan semifinal.
Setelah mencapai semifinal pertamanya di Australia dan menjuarai turnamen pemanasan di Selandia Baru, Svitolina akan kembali ke peringkat 10 besar untuk pertama kalinya sejak cuti hamilnya pada 2022.
Gelar di Auckland adalah penampilan pertamanya kembali ke tur setelah mengakhiri musim 2025 lebih awal untuk istirahat kesehatan mental. Ia mengatakan, istirahat dan waktu jeda itu memperpanjang kariernya.
"Tentu sangat, sangat senang dengan dua pekan ini di sini dan di Selandia Baru, juga dengan kemenangan," ujarnya. "Kecewa tidak bisa melaju malam ini, tetapi sangat sulit saat bermain melawan dunia nomor satu, yang sedang benar-benar 'on fire'."
Svitolina sedang memainkan semifinal keempatnya di turnamen Grand Slam—Wimbledon 2019 dan 2023, serta AS Terbuka 2019—namun sekali lagi gagal melangkah ke laga juara.
"Pertandingan hari ini sangat sulit bagi saya," ucapnya, "tetapi, ya, saya hanya ingin mengambil sisi positif dari pekan-pekan sebelumnya, awal tahun ini, dan membawanya sepanjang musim."(*/saf/yahoosport)
(lam)