LANGIT7.ID-Jakarta; Ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia kini didukung oleh integrasi data lokasi pengisian daya melalui aplikasi PLN Mobile. Platform digital milik PT PLN ini berfungsi sebagai pusat informasi komprehensif yang memetakan titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), menyerupai fungsi peta digital bagi para pengguna mobil listrik.
Keberadaan fitur ini menjadi jawaban atas keluhan masyarakat mengenai hambatan dalam mencari lokasi pengisian daya di tengah pertumbuhan infrastruktur yang pesat. EVP Pengembangan Produk Niaga PT PLN, Ririn Rachmawardini, menekankan pentingnya transparansi informasi lokasi tersebut bagi para pemilik kendaraan listrik.
"Yang perlu kita gaungkan juga itu adalah, di mana pelanggan atau pengguna EV ini bisa tahu titik-titik lokasinya itu di mana, karena banyak yang merasa kesulitan mencari," ujar Ririn dalam EVolution Indonesia Forum yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia, Selasa (3/2/2026).
Salah satu keunggulan aplikasi ini adalah keterbukaan data yang tidak hanya mencakup fasilitas milik PLN saja. Para penyedia layanan pengisian daya dari pihak swasta juga diberikan akses untuk mencantumkan lokasi mereka di dalam platform yang sama.
"Para mitra penyedia charger swasta ini boleh memasukkan titik-titik lokasi SPKLU-nya di dalam PLN Mobile, jadi terintegrasi," katanya.
Secara teknis, aplikasi ini menyediakan informasi detail mengenai lokasi SPKLU, Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), hingga tempat pengisian daya khusus roda dua. Pengguna dapat memantau status ketersediaan alat pengisi daya secara aktual. Jika sebuah titik terpantau penuh, pengguna dapat mencari lokasi lain di area terdekat.
"Kalau di situ sudah terisi, itu bisa kelihatan dan pengguna bisa pindah ke rest area berikutnya," ujarnya.
Selain pemetaan titik, terdapat pula fitur trip planner atau perencana perjalanan. Inovasi ini memungkinkan pengendara mengatur rute jarak jauh sambil menentukan titik pemberhentian untuk pengisian daya di sepanjang jalan.
"Kemarin kita sudah mengembangkan trip planner, jadi kalau mau dari sini ke Bandung atau ke Jogja, itu bisa dilihat lewat mana saja yang bisa untuk melakukan pengecasan," kata Ririn.
Langkah digitalisasi ini bertujuan untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap ketersediaan infrastruktur pendukung EV di Indonesia. PLN berharap kemudahan akses informasi ini dapat menghapus keraguan masyarakat dalam beralih ke kendaraan listrik.
"Ini semua kami lakukan supaya masyarakat makin yakin bahwa infrastruktur pengisian kendaraan listrik itu sudah tersedia dan mudah diakses," tutupnya.
(lam)