Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 10 Februari 2026
home sosok muslim detail berita

Jejak Inspiratif Arsyadany Ghana Akmalaputri, Direktur Distribusi PLN Termuda

tim langit 7 Selasa, 03 Februari 2026 - 21:24 WIB
Jejak Inspiratif Arsyadany Ghana Akmalaputri, Direktur Distribusi PLN Termuda
LANGIT7.ID-Kalangan profesional di BUMN dari kaum perempuan tampak makin bersinar. Lihat saja perusahaan perusahaan BUMN papan atas, kini profesional perempuannya sangat menonjol. Di PLN ada Arsyadany Ghana Akmalaputri yang kini memegang posisi strategis sebagai Direktur Distribusi PLN.

Di BNI ada Alexandra Askandar yang memegang posisi Wadirut BNI, Bahkan OJK kini juga dipegang profesional perempuan, yaitu Friderica Widyasari Dewi. Dan memang profesional perempuan seperti Arsyadany, Friderica dan Alexandra memiliki akseptabilitas dan kapabilitas yang mumpuni. Mereka pantas berada di barisan depan. Kali ini, langit7.id mencoba membedah sosok profesional Arsyadany yang pantas disebut srikandi PLN.

Arsyadhany memang dikenal sosok profesional pekerja keras. Saat terjadi musibah banjir dan tanah longsor di Aceh, Padang dan Sumut, yang menyebabkan banyak jaringan listrik putus, membuat dia harus berjibaku di lapangan dan di medan medan yang berat. Bahkan sempat tidak bisa tidur karena harus selalu terjaga dan mendampingi tim di lapangan yang bekerja keras merecovery infrastruktur listrik yang rusak berat. Kebutuhan listrik bagi daerah daerah yang terdampak bencana menjadi sangat prioritas. Itulah sebabnya Arsyadany yang menggawangi distribusi benar benar bekerja tanpa kenal lelah bersama tim di lapangan. Syukur alhamdulillah, berkat kerja kerasnya bersama tim, problem listrik di daerah terdampak bencana bisa selesai teratasi.

Di balik kesibukannya mengawal distribusi listrik untuk lebih dari 90 juta pelanggan, Arsyadany Ghana Akmalaputri juga masih bisa menyempatkan diri mampir ke laboratorium teknik elektro kampusnya dulu. Tak sekadar bernostalgia, ia datang dengan misi nyata: menyerahkan fasilitas stasiun pengisian kendaraan listrik dan peralatan SCADA mutakhir sebagai bentuk komitmen pada dunia pendidikan yang pernah membentuknya.

Perempuan berusia 43 tahun ini bukan sekadar mantan mahasiswa yang sukses. Ia adalah bukti hidup bahwa pilihan kuliah di perguruan tinggi swasta bukanlah batasan, melainkan awal dari perjalanan luar biasa. Dengan tekad dan kompetensi, Arsya—sapaan akrabnya—telah mencatatkan namanya sebagai Direktur Distribusi termuda sekaligus perempuan pertama dalam sejarah panjang PLN.

Jejak Inspiratif Arsyadany Ghana Akmalaputri, Direktur Distribusi PLN Termuda

Awal yang Tak Terduga: Menolak Kedokteran, Memeluk Listrik

Lahir sebagai bungsu dari tiga bersaudara, jalan hidup Arsya hampir mengikuti pola konvensional. Kakak-kakaknya menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri di Semarang, sementara ayahnya mengarahkannya ke jurusan kedokteran—profesi yang dianggap ideal untuk perempuan masa itu.

"Dokter bisa mengurus rumah, mendidik anak, sekaligus bekerja," kenang Arsya menirukan nasihat sang ayah.

Namun jiwa mudanya memberontak halus. "Kedokteran itu bukan passion saya," akunya. Melihat keteguhannya, orang tuanya pun melunak. "Kalau mau teknik, ya teknik elektro saja," ucap ayahnya yang kemudian menjadi kalimat penentu nasibnya.

Pilihan kampus pun tak biasa. Ketika keluarga berharap ia kuliah di Semarang, Arsya justru memilih Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Keputusan itu, yang awalnya terkesan sederhana, justru menjadi fondasi kokoh kariernya di dunia ketenagalistrikan nasional. Meski begitu, Arsya yang super sibuk dengan tugas yang berat, juga masih sempat menyelesaikan studi Magister Managementnya di UNDIP.

Jejak Inspiratif Arsyadany Ghana Akmalaputri, Direktur Distribusi PLN Termuda

Delapan Tahap Seleksi: Perjalanan Penuh Tekad

Lulus tahun 2004, Arsya menghadapi kenyataan dunia kerja. Tes masuk PLN saat itu bukanlah proses mudah—delapan tahapan seleksi yang harus ditempuh dengan bolak-balik Solo-Surabaya.

"Awalnya ramai-ramai berangkat sama teman-teman," ceritanya. "Setiap naik tahap, berkurang terus yang lolos."

Hingga akhirnya, di tahap wawancara terakhir, hanya tersisa dua orang: Arsya dan seorang temannya. Tahun 2005, ia resmi menjadi bagian dari PLN, memulai perjalanan panjang yang akan membawanya ke puncak tertinggi perusahaan.

Jejak Inspiratif Arsyadany Ghana Akmalaputri, Direktur Distribusi PLN Termuda

Riset dan Inovasi: Kunci Menanjak

Selama dua dekade, Arsya tidak sekadar naik pangkat. Ia membangun reputasi melalui kerja nyata dan inovasi. Dari supervisor teknologi informasi, asisten manajer SCADA, hingga manajer area pengatur distribusi Jawa Tengah dan Jawa Timur—setiap posisi dijalaninya dengan kesungguhan.

Tahun 2020 menjadi momentum penting ketika ia dipercaya sebagai Vice President Komunikasi PLN, menjadi wajah dan suara perusahaan di mata publik. Namun, pencapaian terbesarnya justru datang di balik layar: New E-Arsip, aplikasi digital berbasis kecerdasan buatan yang merevolusi sistem pengelolaan dokumen PLN.

Inovasi ini bukan hanya soal efisiensi, melainkan transformasi budaya kerja di tubuh BUMN raksasa tersebut.

Multidimensi: Voli, Organisasi, dan Kepemimpinan

Di luar rutinitas direksi, Arsya adalah sosok dengan banyak dimensi. Ia tak hanya piawai mengelola jaringan listrik, tetapi juga memimpin tim voli Jakarta Electric PLN. Di dunia profesional, ia aktif di berbagai organisasi strategis mulai dari Sekretaris Eksekutif Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia hingga Sekretaris Jenderal Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia.

Keterlibatannya di Komunitas Srikandi BUMN menunjukkan komitmennya mendorong lebih banyak perempuan tampil di panggung kepemimpinan nasional. "Saya selalu berdoa ingin menjadi orang yang bermanfaat," ucapnya dengan kerendahan hati yang justru menguatkan keteguhannya.

Tantangan Terbesar: Menerangi Seluruh Nusantara

Sebagai Direktur Distribusi, Arsya memegang tugas monumental: mengawal jantung layanan PLN. Tantangannya nyata—masih ada 10.068 titik di Indonesia yang belum teraliri listrik, sebagian besar di wilayah terpencil di luar Jawa.

"Papua Pegunungan itu effort-nya luar biasa," akuinya tentang daerah-daerah yang terpisah sungai, gunung, dan lautan.

Namun tekadnya tak goyah. Dengan mandat menyalakan seluruh Indonesia dalam empat tahun ke depan, ia dan tim bekerja tanpa henti. "Insya Allah empat tahun ke depan seluruh Indonesia sudah terang," tekadnya penuh keyakinan.

Kembali ke Akar: Komitmen pada Pendidikan

Di puncak kariernya, Arsya tak melupakan asal-usulnya. Keterikatannya dengan Muhammadiyah dan UMS tetap kuat. Ia masih rutin berkomunikasi dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir dan aktif mendorong peningkatan kualitas pendidikan di kampus-kampus Muhammadiyah.

"Era ini sudah digitalisasi. Inovasi cepat sekali," ujarnya tentang pentingnya perguruan tinggi beradaptasi dengan perubahan zaman.

Kunjungannya ke UMS pada Milad ke-67 bukanlah sekadar ceremonial. Pemberian fasilitas SPKLU dan mini RTU SCADA untuk laboratorium Teknik Elektro adalah investasi nyata bagi generasi mendatang. "Perguruan tinggi harus menjadi laboratorium inovasi energi nasional," tegasnya.

Warisan yang Menyala

Kisah Arsyadany Ghana Akmalaputri lebih dari sekadar sukses individu. Ini adalah cerita tentang keberanian memilih jalan berbeda, tentang konsistensi dalam belajar dan berinovasi, serta tentang komitmen memberi kembali kepada masyarakat.

Dari ruang kelas UMS hingga ruang rapat direksi PLN, perjalanannya menginspirasi: bahwa latar belakang kampus bukanlah takdir, bahwa passion yang diikuti dengan kerja keras akan membuahkan hasil, dan bahwa kesuksesan sejati terletak pada seberapa besar manfaat yang kita berikan kepada sesama.

Kini, sambil memastikan setiap sudut Nusantara mendapatkan cahaya listrik, Arsya terus menyebarkan cahaya lain—cahaya inspirasi bahwa dengan tekad dan kompetensi, siapa pun bisa menjadi agen perubahan, menerangi negeri dengan karya dan dedikasi (*/saf)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 10 Februari 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
12:10
Ashar
15:26
Maghrib
18:20
Isya
19:31
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan