LANGIT7.ID-Jakarta; Perdebatan mengenai apakah petenis putri perlu memainkan pertandingan dengan format terbaik dari lima set (best of five) telah berlangsung puluhan tahun dan terus memicu pro-kontra.
Meski banyak pemain di Tur WTA yang yakin mampu secara fisik menjalani format tersebut, keinginan untuk benar-benar menerapkannya tampak masih minim. Isu ini pun kerap dikaitkan dengan perdebatan yang lebih luas seputar kesetaraan dan hadiah uang. Salah satu gagasan kompromi yang sempat mengemuka adalah penerapan format lima set khususnya sejak babak perempat final Grand Slam.
Namun, opsi itu pun tak sepenuhnya disambut hangat. Amanda Anisimova dan Jasmine Paolini menjadi dua nama terbaru yang angkat bicara.
Anisimova dan Paolini Tolak Wacana Lima SetDalam konferensi pers terpisah, Kamis (12/2/2026), Anisimova dan Paolini sama-sama ditanya apakah mereka menginginkan pertandingan lima set di turnamen Grand Slam dalam waktu dekat. Respons mereka, seperti mayoritas pemain WTA lainnya, cenderung skeptis.
Petenis asal Amerika Serikat itu menjawab singkat: "Maksud saya, kami dari dulu selalu main tiga set. Rasanya perubahan itu akan terlalu drastis buat kami. Juga sangat menguras fisik untuk tubuh wanita. Jadi ya, jelas saya lebih suka tiga set."
Paolini memberi jawaban lebih panjang, tapi dengan nada serupa. "Saat ini saya rasa bukan ide yang bagus. Jujur, menurut saya mungkin lebih baik format pria juga dikurangi—setidaknya sampai perempat final. Saya tidak yakin."
Ia menambahkan, "Tentu ada pertandingan-pertandingan bagus dalam format lima set, tapi turnamennya jadi sangat berat. Kita lihat sendiri di nomor putra, Australian Open saja sudah menguras tenaga mereka. Mungkin ide yang masuk akal adalah mulai perempat final saja."
"Tapi untuk putri, saya rasa ini bukan ide bagus. Secara fisik, kita diciptakan berbeda. Kalau pria saja bisa kesulitan secara fisik di turnamen yang padat, apalagi kami. Pasti lebih berat. Itu bukan bohong. Kami memang diciptakan berbeda secara fisik."
Apa Kata Pihak Lain soal Format Lima Set di Grand Slam?Wacana format lima set untuk putri sejatinya sudah bergulir lama, tapi kembali memanas ketika CEO Australian Open, Craig Tiley, pada Januari lalu menyampaikan rencana mempercepat penerapan aturan ini.
"Satu hal yang terus saya sampaikan adalah saya rasa format putri seharusnya juga best of five sets," kata Tiley.
"Jika kami benar-benar akan melakukannya dan yakin ini langkah yang tepat, kami akan mulai pada 2027."
Namun, dari sejumlah respons yang muncul, para pemain putri seolah tidak dilibatkan dalam pembahasan perubahan besar dan bersejarah yang berdampak langsung pada mereka ini. Reaksi yang berkembang beragam, tapi mayoritas cenderung negatif.
Jika para pemain sendiri tidak bulat menginginkan perubahan ini, sepertinya kebijakan itu tak layak dipaksakan dalam waktu dekat.(*/saf/tennishead)
(lam)