LANGIT7.ID-Banyak langkah terhenti bukan karena kita tidak mampu, tetapi karena niat yang mulai bergeser. Awalnya ingin karena Allah, lama-lama ingin karena pujian. Awalnya ingin memperbaiki diri, lama-lama ingin terlihat lebih baik dari orang lain.
Ketika niat tidak lagi lurus, hati menjadi mudah goyah. Sedikit kritik terasa menyakitkan. Sedikit kegagalan terasa mematahkan semangat. Karena yang kita jaga bukan lagi tujuan akhir, tetapi penilaian manusia.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.” Hadis ini sederhana, tetapi dalam maknanya. Amal yang sama bisa bernilai sangat berbeda di sisi Allah, tergantung apa yang tersembunyi di dalam hati.
Menata ulang niat bukan berarti kita tidak boleh berharap hasil baik. Boleh berharap berhasil, boleh berharap dihargai. Tetapi pastikan pondasinya tetap satu: mencari ridha Allah. Jika itu yang menjadi tujuan, maka pujian tidak akan membuat kita terbang terlalu tinggi, dan celaan tidak akan menjatuhkan terlalu dalam.
Malam ini, mari berhenti sejenak. Tanyakan pada diri sendiri, untuk siapa sebenarnya semua usaha ini dilakukan? Jika ada niat yang mulai menyimpang, jangan takut memperbaikinya. Karena hati yang diluruskan kembali kepada Allah akan menemukan ketenangan yang tidak mudah digoyahkan oleh apa pun(*/saf/Komunitas QM)
(lam)