LANGIT7.ID-Alhamdulillah, satu hari Ramadhan telah kita lalui. Kini kita memasuki hari kedua. Mungkin tubuh mulai beradaptasi dengan lapar dan dahaga, tetapi sejatinya Ramadhan bukan hanya tentang menahan diri secara fisik. Ia adalah bulan kembali—kembali kepada Allah, kembali kepada Al-Qur’an.
Allah ﷻ berfirman,
“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.” (QS. Al-Baqarah: 185). Ayat ini mengingatkan bahwa identitas Ramadhan tidak bisa dipisahkan dari Al-Qur’an. Jika Ramadhan hadir tanpa kedekatan dengan Al-Qur’an, ada yang kurang dari perjalanan kita.
Hari pertama mungkin masih sibuk dengan persiapan, menata jadwal, menyesuaikan ritme. Hari kedua adalah momentum memperbaiki niat. Sudahkah kita meluangkan waktu khusus untuk membaca Al-Qur’an? Bukan sekadar menggugurkan target, tetapi benar-benar menghadirkan hati saat membacanya.
Al-Qur’an bukan hanya untuk dilantunkan, tetapi untuk direnungkan. Setiap ayat adalah pesan cinta dari Allah. Setiap huruf yang kita baca bernilai pahala. Bahkan ketika kita masih terbata-bata, Rasulullah ﷺ menyampaikan bahwa tetap ada ganjaran berlipat bagi yang berusaha.
Ramadhan adalah kesempatan emas. Hati sedang lebih lembut, suasana lebih mendukung, pahala dilipatgandakan. Jangan biarkan hari-hari awal berlalu tanpa kedekatan yang lebih intens dengan Al-Qur’an.
Malam ini, sebelum beristirahat, ambillah mushaf. Bacalah walau beberapa ayat. Mintalah kepada Allah agar Ramadhan kali ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menjadi titik balik hubungan kita dengan kitab-Nya.
Semoga di hari kedua ini, langkah kita semakin mantap, hati semakin lembut, dan Al-Qur’an semakin dekat dalam kehidupan kita.(*/saf/Komunitas QM)
(lam)